@thesis{thesis, author={PAPALESA Antonius Kristanto}, title ={Berpikir Otentik Dalam Pandangan Heidegger: Upaya Mencegah Alienasi Dasein dari Teknologi}, year={2021}, url={http://repository.iftkledalero.ac.id/748/}, abstract={Fokus karya ilmiah ini adalah ?Berpikir Otentik Dalam Pandangan Heidegger: Upaya Mencegah Alienasi Dasein dari Teknologi.? Penulis mengkaji makna berpikir otentik dalam hubungan dengan keterbukaan eksistensi manusia sebagai Dasein di tengah dunia. Mengapa berpikir otentik? Alasan utama yaitu agar makna berpikir otentik tidak terbingkai atau tidak diatur oleh kepentingan atau maksud tertentu. Hal ini khusus berkenaan dengan pengaruh teknologi yang dewasa ini telah menguasai cara berpikir manusia. Perkembangan teknologi telah lama membingkai cara berpikir manusia dan teknologi telah menggiring cara berpikir manusia ke dalam pola berpikir yang kalkulatif. Karya ilmiah ini mengkaji makna berpikir otentik dari perspektif filsafat Heidegger. Tujuan utama karya ilmiah adalah merefleksikan, mengkaji dan menginterpretasi makna filosofis berpikir otentik sebagai dasar pertimbangan untuk mengembalikan kemanusiaan manusia yang sejak lama telah terkontaminasi oleh pengaruh teknologi. Dalam konteks ini, makna eksistensi manusia sebagai Dasein dielaborasi dalam terang kehadiran sang Ada. Penelitian karya ilmiah ini didasarkan pada studi kualitatif dalam dunia kepustakaan. Penulis menyeleksi teks-teks utama dari Heidegger, membaca dan menelusuri semua proposisi yang berbicara tentang arti berpikir otentik. Selanjutnya penulis membuat interpretasi teks-teks utama untuk membuka cakrawala dalam pemahaman tentang arti eksistensi manusia sebagai Dasein dan makna berpikir otentik di tengah dunia. Selain itu, penulis juga mendalami teks-teks sekunder dalam bentuk buku dan artikel dari jurnal yang berbicara tentang tema yang digeluti penulis. Semua sumber sekunder dibaca dan didalami penulis untuk mendukung maksud penelitian sesuai tema utama di atas. Dari penelitian ini, penulis akhirnya menemukan hal-hal berikut: Pertama, perkembangan teknologi yang begitu pesat pada dasarnya memperlihatkan kecerdasan manusia yang bersifat kalkulatif, dan bukannya menunjukkan tingkatan kesadaran manusia yang otentik. Kedua, tuntutan untuk berpikir otentik adalah tuntutan esensial bagi setiap manusia untuk menyadarkan cara beradanya di tengah dunia yang sedang diserbu oleh kekuatan dan pengaruh teknologi.} }