@thesis{thesis, author={OKI Wilfridus}, title ={Membaca dan Mengkritisi Sistem Perladangan Tebas Bakar pada Masyarakat Banain dalam Terang Ensiklik Laudato Si}, year={2021}, url={http://repository.iftkledalero.ac.id/758/}, abstract={Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk (1) menjelaskan sistem perladangan tebas bakar dalam Masyarakat Banain, (2) menjelaskan Ensiklik Laudato Si dan tanggapannya terhadap krisis ekologi, (3) mendeskripsikan hasil pembacaan terhadap sistem perladangan tebas bakar dalam terang Ensiklik Laudato Si. Metode penulisan yang dipakai adalah metode kualitatif. Penulis melakukan observasi dan membaca tulisan yang berkaitan dan membahasnya secara analisis deskriptif, melalui studi kepustakaan. Masyarakat Banain adalah sekelompok orang di wilayah Timor Barat yang masih hidup secara tradisional. Tradisi-tradisi leluhur masih mereka lestarikan dalam kehidupan. Fakta tentang hal tersebut tergambar lewat cara mereka mempertahankan hidup. Dalam usaha mempertahankan hidup, mereka menerapkan suatu pola pertanian yang disebut dengan istilah sistem perladangan tebas bakar. Sistem perladangan tebas bakar yaitu cara bercocok tanam di wilayah kering yang diterapkan dengan teknik tebas bakar dan berpindah-pindah. Teknik tersebut berfaedah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Namun, pola pertanian ini berpotensi merusak alam. Di tengah semarak gerakan ekologis, Gereja Katolik menunjukkan keterlibatannya melalui penerbitan Ensiklik Laudato Si. Ensiklik tersebut merupakan refleksi kritis Paus Fransiskus terhadap konteks kehidupan masyarakat modern yang cenderung antroposentris. Artinya, dalam segala upaya memenuhi kebutuhan dan keinginan, masyarakat menggunakan segala cara termasuk pengobjekan terhadap sesama dan alam. Alam dilihat sebagai sarana pemuas kehidupan. Ensiklik Laudato Si yang berinspirasikan Sabda Allah mau menerangi umat beriman dan semua manusia untuk menunjukkan imannya lewat kepedulian ekologis. Ensiklik tersebut bisa menjadi patokan tindakan moral manusia pada zaman modern. Dalam konteks Masyarakat Banain, Ensiklik Laudato Si digunakan untuk membaca dan mengkritisi pola pertanian sistem perladangan tebas bakar. Ensiklik tersebut dapat memberikan sebuah pencerahan kepada Masyarakat Banain untuk lebih berpikir, bertindak dan berkelakuan moral etis terhadap sesama dan alam.} }