@thesis{thesis, author={KLODOR Fransiskus Xaverius Suban}, title ={Pepatah Adat Hi’in Pi Peten Bauk, Pana Ae Niku Kola, Lewo Soron Lodo, Tana Mayan Gere dalam terang Kitab Amsal 4:1-27 dan Relevansinya Bagi Kaum Muda di Desa Kenere, Solor Selatan.}, year={2021}, url={http://repository.iftkledalero.ac.id/778/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna sesungguhhnya dari Pepatah adat Hi?in Pi Peten Bauk, Pana e Niku Kola, Lewo Soron Lodo, Tana Mayan Gere sebagai bentuk motivasi dalam hidup. Tulisan ini mengajak Kaum muda khususnya di desa Kenere dan masyarakat Lamaholot pada umumnya untuk selalu mencintai dan menghayati Knopak atau knala sebagai warisan budaya dan juga sebagai falsafah yang mesti dilestarikan. Tulisan ini juga ingin memacuh kaum muda di desa Kenere yang telah kehilangan identitas diri agar kembali dan menemukan identitasnya kembali sebagai generasi penerus bangsa. Identitas diri semakin hilang seturut perkembangan globalisasi dan gaya konsumerisme serta hedonisme yang kian menjangkit lapisan hidup masyarakat. Dasar eksegetis melalui pepatah adat serta dari teks Kitab Amsal 4:1-27 menjadi bahan rujukan yang relevan bagi kaum muda di desa Kenere sebagai upaya mengenal diri serta menyadari potensi yang dimiliki untuk kelangsungan masa depan bangsa dan negara. Metode dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan deskriptif kualitatif serta wawancara terhadap tokoh-tokoh adat beserta profil desa Kenere, Solor Selatan. Objek dari penelitian adalah pepatah adat serta kitab Amsal 4:1-27 dan relevansinya bagi kaum muda. Wujud penelitian adalah kata, frasa, klausa dalam pepatah adat yang memiliki kaitan dengan kitab Amsal 4:1-27. Untuk mendukung penelitian ini dibutuhkan literatur-literatur yang berkaitan dengan kitab Amsal serta potensi yang dimiliki kaum muda. Berdasarkan penelitian yang dibuat, makna pepatah adat serta nilai-nilai yang terkandung dalam kitab Amsal 4:1-27 dapat menjadi pegangan untuk kaum muda dalam menghadapi perubahan zaman. Stigma-stigma negatif dapat dibendung ketika kaum muda diberi orientasi mencintai dan menghayati pesan-pesan moral dalam pepatah adat serta nilainilai dalam kitab Amsal 4:1-27 sebagai landasan dalam hidup sehari-hari. Maka, untuk menemukan makna pepatah adat serta potensi yang dimiliki kaum muda, penulis melalui kitab Amsal 4:1-27 mengemukakan beberapa poin sebagai berikut, (1) makna pepatah adat Hi?in Pi Peten Bauk, Pana Ae Niku Kola Lewo Soron Lodo Tana Mayan Gere bagi kaum muda desa Kenere; (2) kitab Amsal berisikan puisi, peribahasa, petuah serta memuat aturan yang baik dan benar; (3) kaum muda dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru beserta pertumbuhan, perkembangan dan potensi yang dimiliki; (4) relevansi persamaan dan perbedaan yang dimiliki pepatah adat dan kitab Amsal. Melalui teks kitab Amsal 4:1-27, penulis mengharapkan kebersediaan kaum muda dewasa ini untuk mengamalkan kebaikan dan kebenaran dengan berlandaskan pesan moral pepatah adat serta nilai-nilai yang terkandung dalam kitab Amsal 4:1-27.} }