@thesis{thesis, author={Kusumaningrat Arko Kilat}, title ={TARI KLANA TOPENG GAGAH DI SANGGAR PADEPOKAN JOYO SURAKARTA (Studi Aplikasi Konsep Gejala Gerak Desmond Morris)}, year={2018}, url={http://repository.isi-ska.ac.id/2882/}, abstract={Tari Topeng Klana Gagah adalah salah satu tarian yang menjadi milik Padepokan Jengglong Joyo Surakarta. Tari tersebut memiliki keunikan karena menampilkan fenomena gerak keseharian yang merupakan bagian dari kultur petani,seperti gerakanbermain layang-layang(ngundha layangan), mandi (adus), bermain kartu lima (kertu lima), dll. Karena itu penelitian ini ingin mengungkap tentang pembentukan gerak yang masuk dalam gerakan tari Topeng Klana Gagah dan pengorganisasian gerak menurut Desmond Morris. Penelitian ini menggunakan pendekatan aplikasi konsep gejala gerak milik Desmond Morris. Pendekatan ini digunakan kerena relevan untuk mengamati gejala gerak keseharian. Adapun metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi pustaka. Data di analisis dengan konsep locomotion, baton signal, pure movement, dan gesture. Berdasarkan pengaplikasian gejala gerak Desmond Morris yang diterapkan pada tari Topeng Klana Gagah ditemukan bahwa sekaran yang ada dalam tari tersebut sinkron dengan aplikasi konsep gejala gerak yaitu ngundha layangan, adus, sabunan, trajon, kertu lima, nutu,kopyok dhadhu, napeni, banyak ngilo. Hasil dari proses penelitian ini menyimpulkan bahwa : 1) gerak-gerak tari Topeng Klana Gagah merupakan bentuk gerak keseharian yang mengalami stilisasi dan berupa gerak imitative., 2) secara pengorganisasian gerak dapat dikategorikan menjadi locomotion, baton signal, pure movement, dan gesture. Penelitian ini merekomendasikan aplikasi konsep gejala gerak Desmond Morris dapat digunakan untuk menganalisis tari yang menggunakan gerak keseharian seperti halnya tari Topeng Klana Gagah.} }