@thesis{thesis, author={Daryono Daryono}, title ={BEDHAYA SENAPATEN}, year={2019}, url={http://repository.isi-ska.ac.id/3337/}, abstract={ABSTRAK Nebu-sauyun seakan tidak dapat dipisahkan dengan semangat kejuangan R.M. Sahid atau Pangeran Sambernyawa dengan laskarnya. Selama kurun waktu 16 tahun (1740-1756) perjuangannya semangat nebusauyun mampu menjadi perekat yang sangat kuat terhadap berbagai unsur masyarakat untuk bersama-sama memerangi kedholiman yang terjadi di negeri ini bertujuan untuk hidup bermartabat. Practice-Based Research ini salah satu tujuannya menguatkan lokalitas dengan mereinterpretasi kembali makna nebu-sauyun hingga ditemukan kandungan nilai-nilai wigati. Nilai-nilai itu mewujud dalam bentuk kesadaran kerumunan (inteligent-colective) yang tebanya meliputi kesadaran berkehidupan bersama, saling menghargai, derajat yang sama, dan kesetaraan. Abstraksi nilai-nilai wigati tersebut dituangkan ke dalam karya tari bergenre bedhaya dengan judul Bedhaya Senapaten yang diilhami oleh perjuangan Sambernyawa dalam menembus benteng Vredeburg Kompeni di Yogyakarta. Hasil penelitian berbasis pratik ini merupakan presentasi yang berlandaskan tafsir atas karya tari ciptaan R.M. Sahid yang bergelar K.G.P.A.A. Mangkunagara I, yang selama 150 tahun tidak lagi disajikan dan hilang dari peradaban. Kata kunci: nebu-sauyun, bedhaya, Bedhaya Senapaten.} }