@thesis{thesis, author={Hananto Fariz}, title ={HUBUNGAN AUDIENS PERTUNJUKAN MUSIK REGULER DENGAN KELOMPOK MUSIK ROCKUSTIK MELALUI PERTUKARAN MUSIKAL}, year={2021}, url={http://repository.isi-ska.ac.id/5720/}, abstract={Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan audiens pertunjukan musik reguler dengan Rockustik melalui proses pertukaran musikal. Fokus permasalahan yang dikaji pada penelitian ini adalah (1) bagaimana pengungkapan konsep musikal kelompok musik Rockustik dalam pertunjukan musik reguler, (2) Bagaimana audiens mengapresiasi pertunjukan musik reguler yang disajikan kelompok musik Rockustik, dan (3) apa pengaruh hubungan antara musisi dan audiens dalam pertunjukan musik reguler. Tujuan penelitian ini adalah (1) penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara musisi dan audiens dan, (2) memberikan pemahaman dan pengetahuan pada pembaca bahwa di dalam pertunjukan musik reguler, terdapat proses pertukaran musikal yang menjadi media penghubung antara musisi dan audiens. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif serta menggunakan pendekatan etnografi. Konsep musikal yang dibangun oleh Rockustik bertujuan untuk memicu reaksi audiens dengan melodi yang bersifat propinquity, repetion, finality dan struktur musik yang memiliki bentuk repetition, sekuen, interlocking, Imitative of a figure. Selain melodi dan struktur musik, Rockustik juga menggunakan berbagai unsur musik lainnya seperti ritme, birama, harmoni, tangga nada, tempo, dinamika dan timbre. Konsep tersebut bersifat fleksibel dan dapat dirubah ketika pertunjukan berlangsung dengan teknik moment clue dan tension clue. Tingkatan respons audiens ialah mengetahui (knowing), memahami (understand), analisis (analyse), pengaplikasian (aplly), mengevaluasi (evaluate). Seluruh reaksi yang ditunjukkan oleh audiens dibagi menjadi tiga tingkatan yang menggambarkan pemahaman mereka terhadap sajian musik. Tingkat pertama menggambarkan pertukaran musikal yang vi mencakup pengetahuan lagu, genre musik, ritme dan ketukan. Tingkat kedua melalui nada, dinamika, lirik, harmoni, melodi dan bentuk lagu. Pertukaran musikal pada tingkat terakhir ialah improvisasi. Dari seluruh tahapan dan tingkatan proses pertukaran musikal yang telah dijelaskan diatas, terdapat beberapa pengaruhnya terhadap musisi, audiens dan ruang pertunjukan. Berdasarkan analisis disetiap pokok permasalahan, disimpulkan bahwa pertukaran musikal yang terjadi antara Rockustik dan audiens didasari dari aksi dan reaksi yang berjalan secara dua arah serta memberikan pengaruh terhadap kedua belah pihak.} }