@thesis{thesis, author={Aisyah Ridha Mutya and Prasetia Reny Ayu}, title ={Pra Rancangan Pabrik Bubur Kertas (Pulp) Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Dengan Proses Acetocell Berkapasitas 90.000 Ton/Tahun}, year={2022}, url={http://repository.itk.ac.id/18118/}, abstract={Permintaan akan kertas kemasan di Indonesia meningkat seiring dengan meningkatnya kecenderungan masyarakat untuk melakukan transaksi belanja online serta penggunaan kemasan yang ramah lingkungan. Sehingga, dibutuhkan industri yang mampu memproduksi bahan baku kertas kemasan yang sesuai kebutuhan serta ramah lingkungan, yaitu pabrik pulp dari limbah TKKS. Ketersediaan TKKS, khususnya di Kalimantan cukup melimpah untuk dapat menggantikan penggunaan kayu dalam produksi pulp. Berdasarkan ketersediaan bahan baku utama pabrik pulp ini akan didirikan di Balikpapan. Pembuatan pulp di pabrik ini akan menggunakan proses acetocell, dimana bahan baku TKKS akan dimasak menggunakan pelarut organik. Proses ini akan melalui 4 tahap, yaitu proses pre-treatment TKKS, proses pemasakan menggunakan larutan CH3COOH 85% pada kondisi operasi 170? dan 8 bar, proses bleaching menggunakan larutan H2O2 10% pada kondisi operasi 80? dan 5 bar, dan tahap post-treatment untuk mengurangi kadar air serta pembentukan lembaran pulp. Pabrik pulp akan bekerja secara kontinyu dan beroperasi selama 300 hari/tahun dengan kapasitas produksi sebesar 90.000 ton/tahun. Dengan kebutuhan bahan baku, yaitu TKKS sebesar 688.601 kg/hari, CH3COOH sebesar 68.860 kg/hari, dan H2O2 sebesar 13.481 kg/hari. Pabrik pulp ini membutuhkan utilitas berupa air sebesar 30.837.826,96 kg/hari dan kebutuhan listrik sebesar 1.970,49 kW/hari. Adapun modal tetap (FCI) dan modal kerja (WCI) pada pabrik ini sebesar $ 61.980.627,27 dan $ 10.937.757,75. Sehingga jumlah modal investasi (TCI) pada pabrik ini sebesar $ 72.918.385,03. Berdasarkan aspek ekonomi, nilai ROI, DCFR, NPV, dan DPBP secara berturut sebesar 43%; 31%; $ 195.250.686,89; dan 0,79 tahun. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pabrik pulp ini layak untuk dikaji lebih lanjut.} }