@thesis{thesis, author={Rachmani Muhammad Yasir}, title ={Analisis Kinerja Waktu menggunakan Implementasi BIM 4 Dimensi terhadap Proyek Pembangunan Gedung RSUD Tapin Kalimantan Selatan - Submit Journal/Konferensi}, year={2022}, url={http://repository.itk.ac.id/18275/}, abstract={Pada lingkup era digitalisasi, penggunaan teknologi yang pesat berdampak besar di dunia konstruksi. Kemajuan teknologi ini, memicu sebuah inovasi berupa konsep yang bernama Building Information Modelling atau sering disebut dengan BIM. BIM mampu memberikan informasi seluruh konsep perencanaan dengan menghasilkan output berupa visualisasi konstruksi secara virtual sebelum konstruksi fisik menggunakan software yang dapat terintegrasi dengan BIM. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kinerja waktu dan mengimplementasikan konsep BIM 4 dimensi menggunakan software Tekla Structures terhadap proyek pembangunan gedung RSUD Tapin Kalimantan Selatan. Metodologi penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap yaitu, pada tahap studi literatur dilakukan kajian atau penelitian terdahulu yang membahas topik penelitian yang serupa. Kemudian pengumpulan berupa data sekunder yang terdiri dari gambar as built proyek, rancangan anggaran biaya (RAB), dan dan penjadwalan proyek realisasi. Selanjutnya dilakukan pengolahan data menjadi pemodelan 3 dimensi menggunakan software Tekla Structures dan penerapan BIM 4 dimensi dengan mengintegrasikan data penjadwalan ke dalam pemodelan tersebut. Langkah terakhir yaitu menganalisis kinerja waktu terhadap jadwal realisasi proyek dengan penjadwalan yang dibuat menggunakan software Tekla Structures dan Permen PU No.28 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa software Tekla Structures mampu dalam membuat pemodelan 3D dan mengimplementasikan BIM 4D sesuai dengan data realisasi proyek. Hasil analisis kinerja waktu menunjukkan perbedaan durasi secara keseluruhan antara penjadwalan realisasi dengan penjadwalan menggunakan Tekla Structures yaitu selama ?13 hari dan Permen PU selama +13 hari. Hasil deviasi kemajuan tertinggi sebesar 24,77 hari pada pekerjaan atap terhadap dua komponen penjadwalan serta deviasi keterlambatan tertinggi sebesar 9,84 hari terhadap Tekla Structures dan 22,84 hari terhadap Permen PU No.28 Tahun 2016 pada pekerjaan lantai 1.} }