@thesis{thesis, author={Nur Amin Khafid}, title ={Analisis Keandalan Manajemen Perawatan dan Kerusakan dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) pada Bus Karyawan di PT. Putera Jahe Raya}, year={2022}, url={http://repository.itk.ac.id/18291/}, abstract={Dalam dunia pertambangan banyak hal yang menunjang kelancaran berbagai kegiatan yang ada di dalamnya. Dalam kegiatan tersebut terdiri dari pengangkutan, pemindahan dan penggalian. Dari 3 proses tadi dibutuhkan beberapa kendaraan untuk melakukan kegiatan ini. Bus menjadi salah satu kendaraan yang sangat berdampak besar. Para operator harus diantarkan tepat waktu dengan nyaman, aman dan selamat sampai tujuan. Area pada pertambangan memiliki kondisi yang sangat tidak menentu dan cenderung rusak serta berlubang yang membuat perawatan pada kendaraan terutama bus menjadi perhatian. Parameter keandalan manajemen perawatan yang digunakan yaitu MTBF dan MTTR. Tujuan dari analisis ini adalah mengetahui nilai Mean Time Between Failures (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR) serta penyebab kerusakan pada bus dengan Fault Tree Analysis (FTA) dan juga solusi perawatannya. Dari data yang didapatkan dan dilakukan perhitungan didapatkan Nilai MTBF tertinggi terjadi pada Triwulan III tahun 2021 yaitu sebesar 37,88 jam (5 hari 4 jam) bus baru akan mengalami kerusakan kembali sedangkan nilai MTBF terendah terjadi pada Triwulan I tahun 2020 yaitu sebesar 27,69 jam (4 hari) bus baru akan mengalami kerusakan kembali. Untuk nilai MTTR tertinggi terjadi pada Triwulan IV tahun 2020 yaitu sebesar 1,84 jam waktu perbaikan yang dibutuhkan untuk bus dapat kembali beroperasi sedangkan nilai MTTR terendah terjadi pada Triwulan III tahun 2021 yaitu sebesar 0,94 jam waktu yang dibutuhkan untuk bus dapat kembali beroperasi. Lalu didapatkan kerusakan yang terjadi dengan menggunakan fault tree analysis pada kerusakan bus memiliki basic event yang disebabkan kelalaian manusia, kondisi jalan, kondisi cuaca dan inspeksi yang kurang. Solusi perawatan yang diberikan yaitu time direct dimana perawatan untuk pencegahan kegagalan, conditional directed dimana perawatan dengan deteksi kerusakan dan failure finding dimana perawatan dilakukan dari penemuan kerusakan yang terjadi.} }