@thesis{thesis, author={Chandra Febriyanto Sulistio}, title ={Analisis Efektivitas Metode Blanket Layer Terhadap Pengendalian Rembesan Pada Proyek Rehabilitasi Bendali Telagasari, Kota Balikpapan - Submit Jurnal/Konferensi}, year={2023}, url={http://repository.itk.ac.id/18664/}, abstract={Bendungan Pengendali (Bendali) banjir Telagasari merupakan bendungan yang difungsikan untuk tempat penampungan air untuk wilayah Kelurahan Telagasari dan Gunung Sari, Kota Balikpapan. Keruntuhan bendungan dapat diakibatkan oleh rembesan atau bocoran yang membawa material bendungan yang disebut erosi, akibat dari keruntuhan tersebut air yang tertampung akan mengalir ke lembah sungai di hilir bendungan dengan debit yang besar dan kecepatan yang tingi. Keruntuhan pada tubuh atau pondasi bendungan yang disebabkan oleh rembesan merupakan faktor penting agar keamanan dan fungsi bendungan dapat berjalan sesuai fungsinya. Pada Bendali Telagasari ini terjadi keruntuhan berupa rembesan yang terjadi dibawah pondasi pelimpah (spillway) sehingga diperlukan metode pengendalian rembesan, metode pengendalian rembesan yang digunakan berupa penerapan lapisan kedap air (blanket layer). Pada penelitian tugas akhir ini, akan dianalisa efektivitas dari metode pengendalian rembesan yang diterapkan terhadap debit rembesan yang terjadi dibawah pondasi pelimpah dengan berdasarkan 4 permodelan skenario yaitu kondisi eksisting (I), penambahan blanket layer di hulu (II), penambahan sheet pile di hulu pelimpah (III), dan gabungan keduanya (IV) serta faktor keamanan terhadap uplift pada bendungan dan kemudian efektivitas metode pengendalian rembesan yang ditinjau dari seberapa besar persentase penurunan debit rembesan yang terjadi. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan nilai debit rembesan sebelum penerapan metode pengendalian rembesan (skenario I) sebesar 1 x 10-3 m3/dt, setelah penerapan metode (skenario II, II, IV) yaitu sebesar 1.026 x 10-5 m3/dt, 8 x 10-4 m3/dt, dan 9.89 x 10-6 m3/dt. Faktor keamanan terhadap tekanan angkat uplift untuk seluruh skenario lebih dari 2 sehingga dapat dikatakan aman dan meninjau efektivitas metode pengendalian (skenario II, III, IV) dapat menurunkan debit rembesan hingga 98,97% pada skenario II, sehingga metode pengendalian rembesan dapat dikatakan efektif.} }