@thesis{thesis, author={Pratama Rizky Wisnu}, title ={Penataan Lansekap Ruas Jalan - Kawasan Terminal Batu Ampar KM 4 Kota Balikpapan Dalam Menghadapi Fenomena Emisi Karbon Dengan Menggunakan Pendekatan Konsep Green Infrastructure - Submit Journal}, year={2022}, url={http://repository.itk.ac.id/18793/}, abstract={Perkembangan kota yang sangat pesat dapat berdampak positif dan juga negatif,salah satunya dampak negatif pada sektor lingkungan, yaitu menurunnya kualitas udara akibat timbulnya emisi karbon. Menurut analisis emisi Kota Balikpapan (2019) terdapat 3 sektor tertinggi dalam menyumbang emisi karbon yaitu transportasi 36,4 %, permukiman 24,7 % dan komersial 24,7%. Salah satu sarana transportasi, yaitu Terminal Batu Ampar, berada di Jalan Pattimura Kelurahan Batu Ampar dengan luas 1,2 Ha. Di kawasan sekitar Terminal Batu Ampar memiliki permasalahan yaitu, lansekap pada bagian belakang terminal minim vegetasi, dan juga terdapat terdapat 2 junction yang digunakan sebagai pemberhentian kendaraan transportasi umum untuk menunggu penumpang dan juga sebagai akses masuk menuju perkotaan balikpapan, kedua juction tesebut menghubungkan antara Jl Soekarno Hatta dengan Jl Pattimura serta Jl M.T Haryono. Sehingga dari isu tersebut dapat menimbulkan tingginya emisi karbon serta kurang optimalnya penyerapan emisi di kawasan Terminal Batu Ampar dan ruas jalan sekitarnya.Tujuan dari penelitian ini melakukan penataan lansekap di Ruas Jalan - Kawasan Terminal Batu Ampar Km 4 Kota Balikpapan dalam menghadapi fenomena emisi karbon dengan menggunakan pendekatan konsep Green Infrastructure. Metode analisis yang digunakan yaitu Mapping Analysis untuk mengevaluasi kesesuain elemen lansekap, analisis kuantitatif untuk melakukan perhitungan tingkat emisi karbon dan perhitungan kemampuan daya serap emisi, serta analisis deskriptif kualitatif untuk merumuskan penataan lansekap. Hasil penelitian menunjukan dari 8 elemen terdapat 12,5% sesuai, 37,5% sesuai sebagian, dan 50% elemen tidak sesuai, Kemudian didapatkan tingkat emisi karbon sebesar 986.227,92 g/jam dan kemampuan serap emisi sebesar 158.279,165 g/jam, sehingga dilakukan penataan dengan menggunakan komponen green infrastructure yaitu green street, bioswale,hedgerow, permable pavement, planter box, dan tree canopy expansion} }