@thesis{thesis, author={Alhayu Musfiroh Milli}, title ={PENERAPAN ALJABAR MAX-PLUS PADA PENJADWALAN SISTEM PRODUKSI ROTI GEPENG ZB (ZEBRA BROTHER) BALIKPAPAN - Submit Journal/konferensi}, year={2022}, url={http://repository.itk.ac.id/18843/}, abstract={Salah satu roti yang sudah lama beredar dan populer oleh warga Balikpapan, yaitu roti gepeng ZB. Roti gepeng biasa dikonsumsi sebagai pengganti makanan berat, harganya cukup murah yaitu seribu rupiah per bungkus. Roti ini sudah bersertifikat halal MUI dan PIRT dari Dinas Kesehatan Balikpapan. Dalam proses produksi roti gepeng, diperlukan jadwal dalam merencanakan proses kegiatan produksi. Adanya penjadwalan sistem poduksi dapat meningkatkan produktivitas dan efesiensi perusahaan baik dari segi total biaya produksi maupun total waktu produksi. Metode aljabar max-plus sangat cocok digunakan dalam pembentukan penjadwalan sistem produksi, karena memiliki keunggulan dalam hal sinkronisasi. Adapun tahap pembentukan jadwal sistem produksi, dimulai dari pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan survey secara langsung di pabrik roti gepeng ZB untuk memperoleh data durasi proses produksi dan lama waktu perpindahan produk. Selanjutnya, dilakukan pembentukan graf dan Petri net sistem produksi roti gepeng ZB. Tahap berikutnya, dilakukan konstruksi model aljabar max-plus dan dilakukan analisis model aljabar max-plus, untuk memperoleh nilai eigen dan vektor eigen yang akan digunakan dalam pembentukan jadwal proses produksi roti gepeng ZB yang periodik. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa nilai eigen sebesar 153, yang berarti setiap proses akan mulai berjalan setiap 153 menit atau 2 jam 33 menit sekali. Selanjutnya, diperoleh waktu awal yang baik untuk mengawali produksi yaitu pada proses sampai , sehingga sistem produksi dapat berjalan secara periodik ketika setiap proses berturut-turut bekerja pada menit ke-1, 12, 15, 35, 52, 114, 121, 132. Kegiatan produksi saat ini dimulai pukul 04.00-16.00 WITA, sehingga dalam sehari mampu memproduksi produk roti gepeng ZB sebanyak 4 kali batch produksi. Namun, terdapat sisa waktu sebesar 1 jam 48 menit yang berakhir pada pukul 14.12 WITA. Oleh karena itu, agar lebih efesien pabrik dapat menambah jam kerja sebanyak 1 jam, sehingga pabrik dapat memproduksi roti gepeng sebanyak 5 kali batch produksi.} }