@thesis{thesis, author={Fitria Laila}, title ={STRATEGI PENINGKATAN MITIGASI BERDASARKAN TINGKAT RISIKO BENCANA KEBAKARAN DI KELURAHAN KLANDASAN ILIR, KOTA BALIKPAPAN - SUBMIT JOURNAL}, year={2022}, url={http://repository.itk.ac.id/18863/}, abstract={Kebakaran merupakan bencana alam sekaligus non alam yang disebabkan oleh pancaran api maupun ledakan yang tidak terkendali dan berpotensi menimbulkan kerugian yang cukup besar. Permukiman kepadatan tinggi tidak terlepas dari rawan bencana kebakaran. Kelurahan Klandasan Ilir di Kota Balikpapan merupakan permukiman dengan kepadatan tinggi yang memiliki kemungkinan rentan terhadap bencana kebakaran dilihat dari karakteristik kawasannya dan dalam 5 tahun terakhir yaitu tahun 2017 ? 2022 telah terpapar kejadian kebakaran sebanyak 10 kejadian yang memiliki persentase sebesar 6% dari 174 kejadian kebakaran di Kota Balikpapan. Dalam upaya pelaksanaan mitigasi bencana kebakaran yang ada di Kelurahan Klandasan Ilir belum dilakukan berdasarkan tingkat risikonya. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk merumuskan strategi peningkatan mitigasi berdasarkan tingkat risiko bencana kebakaran di Kelurahan Klandasan Ilir dengan analisis pembobotan dan overlay dengan bantuan software Arcgis. Berdasarkan hasil analisis, tingkat ancaman terbagi menjadi 3 kelas , Kawasan RT yang termasuk kedalam ancaman tinggi terdapat 9 RT, ancaman sedang terdapat 52 RT dan ancaman rendah terdapat 3 RT. Tingkat kerentanan terbagi menjadi 3 kelas, kawasan RT yang termasuk kedalam kerentanan tinggi terdapat 9 RT, kerentanan sedang terdapat 26 RT kerentanan rendah terdapat 25 RT. Pada tingkat risiko hasil overlay ancaman dan kerentanan terbagi menjadi 3 kelas yaitu tingkat risiko tinggi terdapat 14 RT, risiko sedang terdapat 30 RT, risiko rendah terdapat 20 RT. Berdasarkan analisis triangulasi tingkat risiko dengan kondisi mitigasi eksisting dan kebijakan, teori, maupun best practice didapatkan strategi peningkatan mitigasi secara struktural dan non struktural yang dilakukan meliputi pengadaan sarana berupa APAR, hydrant, dan titik evakuasi, pengadaan pendidikan kebencanaan dan sosialisasi maupun pelatihan terkait kebencanaan.} }