@thesis{thesis, author={Hasna Febriany Dyfitta}, title ={Identifikasi Bidang Gelincir Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner Daerah Rawan Longsor Di Jalan Sepaku Wilayah Ibu Kota Negara - Submit Journal}, year={2022}, url={http://repository.itk.ac.id/18894/}, abstract={Di Kalimantan Timur, bencana alam longsor sering terjadi pada daerah yang memiliki topografi terjal dengan sudut lereng 15° - 45°. Salah satu daerahnya yaitu berada di sisi jalanan menuju Ibu Kota Negara Baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Longsor adalah massa tanah dan/atau batuan penyusun lereng yang bergerak menuruni lereng. Penyebab terjadinya longsor adalah adanya batuan lapuk yang bergerak melalui sebuah bidang yang disebut bidang gelincir. Bidang gelincir pada umumnya merupakan bidang yang kedap air dan licin yang biasanya berupa lapisan batuan beku atau lapisan batuan sedimen. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan stratigrafi bawah permukaan untuk mengetahui kedalaman bidang gelincir. Salah satu cara untuk mengetahui bidang gelincir pada bawah permukaan adalah dengan memanfaatkan sifat kelistrikan pada batuan yaitu nilai resistivitas batuan. Nilai resistivitas pada batuan dapat diukur menggunakan metode geolistrik. Metode geolistrik merupakan salah satu metode aktif yang memanfaatkan arus listrik untuk mendeteksi lapisan batuan. Berdasarkan hasil data lapangan yang dikaitkan data geologi daerah penelitian, diperoleh bahwa lapisan bawah permukaan wilayah penelitian adalah lempung pasiran dan lempung. Nilai resistivitas lapisan lempung yaitu 2,31 ? 15,1 ?m, sedangkan lapisan lempung pasiran memiliki nilai resistivitas 38,7 ? 99,0 ?m dan nilai resistivitas lapisan lempung pasiran yang memiliki kandungan air lebih sedikit yaitu 253 ? 1655 ?m. Lapisan lempung diduga sebagai bidang gelincir yang memiliki karakteristik sulit dilewati air, sehingga air akan melewati permukaan yang menyebabkan permukaan menjadi licin. Lapisan lempung pasiran yang berada diatas lapisan lempung akan mudah mengalami pergerakan yang menyebabkan longsor. Bidang gelincir di wilayah penelitian berada di kedalaman 5 meter sampai 15 meter, dan diduga memiliki tipe jenis bidang gelincir rotasi dan translasi.} }