@thesis{thesis, author={Hidayat Hidayat}, title ={Pembangunan Aplikasi Tele-Forwarder Berbasis Website di PT. Telekomunikasi Indonesia Regional VI Menggunakan Metode Personal Extreme Programming - Submit Jurnal/Konferensi}, year={2022}, url={http://repository.itk.ac.id/18973/}, abstract={Telkom Regional VI Balikpapan adalah divisi dari PT. Telekomunikasi Indonesia yang mengurus urusan Telkom untuk wilayah Kalimantan. Telkom Regional VI menggunakan aplikasi TForwarder untuk dapat meneruskan pesan dari suatu obrolan Telegram ke obrolan Telegram lainnya. TForwarder merupakan aplikasi android tidak dapat dijalankan di server sehingga pihak Telkom menggunakan komputer untuk menjalankan emulator android. Penggunaan komputer ini harus dijalankan selama 24 jam tanpa henti karena apabila terhenti maka proses penerusan pesan akan terbatalkan. Komputer yang digunakan juga sering kali memberikan respon yang lambat karena menjalankan emulator android menyebabkan penggunaan Central Processing Unit (CPU) mencapai 100% dan penggunaan Random Access Memory (RAM) mencapai 80%. Aplikasi TForwarder juga membatasi untuk hanya meneruskan 100 pesan setiap harinya. Permasalahan selanjutnya adalah dengan memasukkan akun Telegram pengguna ke dalam aplikasi TForwarder, maka pengguna harus setuju atas pengumpulan dan penggunaan informasi sesuai kebijakan pribadi yang TForwarder tetapkan. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dibangun aplikasi Tele-Forwarder berbasis website dengan menggunakan metode Personal Extreme Programming (PXP). Pemilihan metode PXP karena metode ini merupakan metode yang disesuaikan agar dapat dikerjakan oleh pengembang yang mengerjakan sistem seorang diri dan metode ini dapat menyesuaikan apabila terjadi perubahan-perubahan pada saat pengembangan sistem tanpa harus mengulangi proses pengembangan dari awal. Tahapan pada penelitian ini adalah Identifikasi masalah, requirements, planning, iterasi 1, iterasi 2, iterasi 3, penerapan aplikasi, dan analisis dampak aplikasi. Penelitian ini akan menghasilkan aplikasi Tele-Forwarder berbasis website. Berdasarkan analisis dampak aplikasi yang dibuat, diketahui bahwa Tele-Forwarder menggunakan sumber daya yang lebih sedikit karena dapat dijalankan di server bukan dijalankan di komputer terpisah seperti yang TForwarder butuhkan. Tele-Forwarder juga tidak membatasi jumlah pesan yang dapat diteruskan. Data pengguna juga lebih aman karena data hanya berada di server sendiri sehingga data-data hanya berpusat di internal saja. Tele-Forwarder juga mudah untuk dilakukan konfigurasi secara keseluruhan menyesuaikan dengan fitur yang dibutuhkan.} }