@thesis{thesis, author={Azzahra Fathima}, title ={Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Hak Kekayaan Intelektual Berbasis Website pada Institut Teknologi Kalimantan dalam Kerangka Kerja Personal Extreme Programming}, year={2022}, url={http://repository.itk.ac.id/18980/}, abstract={Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hak yang lahir dari intelektual manusia yang memiliki nilai ekonomis. HKI dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan perguruan tinggi. Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memiliki Sentra HKI yang dikelola oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) ITK. Sentra HKI pada saat ini masih belum dilengkapi dengan sistem informasi dalam pengelolaannya. Proses pengelolaan dan pendaftaran masih dilakukan melalui email, Google Form, dan Google Sheets. Sentra HKI belum memiliki sistem yang dapat melakukan pengelolaan Sentra HKI secara otomatis. Sehingga, perlu dilakukan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) HKI seperti yang akan dibahas pada penelitian ini. SIM HKI dikembangkan dengan metode Personal Extreme Programming (PXP). Pengembangan SIM HKI diharapkan dapat membantu mempermudah proses pendaftaran dan pengelolaan HKI di ITK. Pengembangan SIM HKI telah dilakukan dalam 5 iterasi dengan 55 user story. SIM HKI mengimplementasikan desain Logical Data Model yang dibuat pada tahap design. Implementasi dilakukan dengan menggunakan framework Laravel dan Bootstrap serta menggunakan konsep Model View and Controller (MVC). Unit testing pada tahap implementation menggunakan tools PHPUnit yang terdapat pada Laravel. Fitur yang telah diimplementasikan ditinjau kembali dengan menggunakan User Acceptance Test untuk menentukan keberhasilan fitur. Pengambilan kesimpulan dilakukan di setiap iterasi setelah implementasi dikerjakan. Deployment dilakukan pada SIM HKI dengan menggunakan Virtual Private Server untuk upload sistem pada server ITK. SIM HKI dapat diakses secara live dengan menggunakan jaringan ITK dengan alamat hki.itk.ac.id. Sistem diserahkan kepada product owner setelah deployment dilakukan. Pengembangan diakhiri dengan melakukan user training dan survey pada pengguna di tiap role.} }