@thesis{thesis, author={Arsyad Muhammad}, title ={Manajemen Risiko Proyek Konstruksi Dengan Metode Severity Index (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung C Dan D Institut Teknologi Kalimantan) - Submit Journal/Konferensi}, year={2023}, url={http://repository.itk.ac.id/19090/}, abstract={Proyek pembangunan Gedung C dan D sempat terkendala pada pembangunannya dikarenakan kondisi finansial yang terbatas dan pembangunannya kembali dilaksanakan sehingga kedua gedung tersebut tergolong dalam kategori Konstruksi Dalam Penyelesaian (KDP). Usaha yang dapat dilakukan untuk menghindari adanya kendala dengan adanya kegiatan manajemen terkait risiko yang efektif. Oleh karena itu, semua proyek memerlukan manajemen risiko yang tepat. Atas dasar kondisi tersebut maka perlu dilakukan manajemen risiko dengan tujuan untuk mengetahui risiko-risiko apa saja yang mungkin terjadi, mengetahui tingkat risiko dominan, dan mengetahui respon risiko dominan pada proyek pembangunan Gedung C dan D Institut Teknologi Kalimantan. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Severity Index dalam menganalisis variabel risiko dengan menggunakan skala Likert pada penilaian tingkat risiko dan skala Guttman digunakan untuk mengetahui relevansi suatu variabel risiko. Kemudian dilakukan analisis respon risiko terhadap risiko yang dominan. Pada uji relevasi, dari hasil uji didapatkan 40 indikator yang relevan dan 4 yang tidak relevan. Selanjutnya uji validitas didapatkan 7 indikator yang tidak valid. Setelah itu dilakukan perhitungan tingkat risiko dan didapatkan hasil 6 indikator risiko yang dominan dengan nilai matriks kemungkinan dan dampak sebesar 6 dengan label risiko ?tinggi?. Respon risiko yang dapat diberikan adalah mengupayakan pengawasan pada anggaran biaya yang telah ditetapkan di dalam kontrak, melakukan perhitungan estimasi material yang handal, bagian pengadaan wajib mengenali tempat untuk material pengganti, membuat rekayasa ulang pengaturan urutan pelaksanaan pekerjaan, dan bergantung pada distributor dan ekspeditur professional, memastikan karyawan proyek yang berpengalaman, gambar kerja memiliki informasi yang jelas, dan mengutamakan pekerjaan pada luar ruangan.} }