@thesis{thesis, author={Pradisty Daffa kurnia}, title ={Pengaruh Temperatur Post Weld Heat Treatment Terhadap Sifat Mekanik dan Metalografi pada Sambungan Las SMAW Menggunakan Baja A36}, year={2025}, url={http://repository.itk.ac.id/21823/}, abstract={Baja ASTM A36 merupakan baja struktural karbon yang sering digunakan dalam konstruksi. Dalam industri konstruksi pengelasan merupakan proses manufaktur yang umum digunakan untuk menyambungkan baja. Salah satu metode pengelasan yang paling umum digunakan adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) sering digunakan karena fleksibilitasnya dalam berbagai posisi pengelasan. Namun, baja setelah dilas sering mengalami kegagalan akibat struktur mikro yang tidak seragam atau homogen yang dapat berpengaruh pada kekuatan material. Untuk mengatasinya dilakukan post weld heat treatment (PWHT). Temperatur post weld heat treatment berpengaruh terhadap sifat mekanik baja hasil las. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi temperatur PWHT 750°C, 850°C dan 950°C dengan holding time 60 menit dan metode pendinginan normalizing terhadap kekuatan bending, kekerasan dan struktur mikro hasil pengelasan SMAW pelat baja ASTM A36 menggunakan elektroda E6013 dengan arus 120A. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu kekuatan bending tertinggi pada variasi 750°C sebesar 822,31 MPa dan terendah pada variasi non-pwht sebesar 579,04 MPa. Nilai kekerasan tertinggi pada variasi non-pwht pada daerah weld metal sebesar 179,53 HV dan nilai kekerasan terendah pada variasi non-pwht terendah sebesar 129,27 HV. Setelah dilakukan post weld heat treatment kekerasan tertinggi pada variasi 750°C pada daerah HAZ sebesar 156,57 HV dan kekerasan terendah pada variasi 950°C pada daerah WM 135,27 HV. Hasil pengamatan struktur mikro yang terdapat pada penelitian ini adalah pearlite dan ferrite dengan kandungan pearlite tertinggi pada variasi non-pwht sebesar 39,67% dan nilai pearlite terendah pada variasi 950°C sebesar 17,66%. Hasil pengamatan ukuran butir terbesar pada variasi non-pwht daerah base metal sebesar 22 µm dan ukuran butir terkecil pada variasi non-pwht daerah weld metal sebesar 6,64 µm. Setelah post weld heat treatment ukuran butir terbesar pada variasi 950°C daerah base metal sebesar 16,99 µm dan ukuran butir terkecil pada variasi 750?C daerah weld metal sebesar 9,36 µm.} }