@thesis{thesis, author={Lefit Readhiesty Ryma}, title ={Strategi Adaptasi Masyarakat Adat dalam Pembangunan IKN Nusantara (Studi Kasus: Suku Paser Baliq, Sepaku)}, year={2025}, url={http://repository.itk.ac.id/21981/}, abstract={Kabupaten Penjam Paser Utara dulunya merupakan kawasan yang dihuni oleh Suku Paser Tunan dan Suku Paser Baliq (BPS Kab. Penajam Paser Utara, 2020). Dimana masyarakat adat Suku Paser Baliq bertempat di Kelurahan Pemaluan dan Desa Bumi Harapan yang beririsan langsung dengan Wilayah Perencanaan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN Nusantara. Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan pada Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Timur, Suku Paser Baliq mengalami berbagai dampak terhadap pembangunan IKN seperti hak atas tanah ulayat yang tidak memiliki kejelasan dan belum adanya peraturan khusus OIKN terkait pengakuan, perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak dari masyarakat adat. Merujuk pada permasalahan yang dihadapi masyarakat adat Suku Paser Baliq dapat menyebabkan potensi konflik sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis konten dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi adaptasi masyarakat adat dalam pembangunan Ibukota Negara Nusantara. Hasi dari perumusan strategi adaptasi untuk masyarakat adat Suku Paser Baliq yaitu Strategi S-O menekankan pemanfaatan kekuatan budaya dan infrastruktur untuk meraih peluang ekonomi, seperti memperkuat ekonomi lokal melalui pariwisata budaya, membangun kolaborasi dengan pendatang, dan mengoptimalkan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Strategi S-T fokus pada pemanfaatan kekuatan tradisi dan kearifan lokal untuk mengatasi ancaman, seperti menjaga pelestarian budaya, mengelola lingkungan secara berkelanjutan, dan memastikan infrastruktur mendukung keberlanjutan masyarakat adat. Strategi W-O bertujuan mengurangi kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang melalui pelatihan dan pemberdayaan ekonomi, promosi budaya secara aktif, serta kolaborasi dengan pendatang dalam mengelola usaha lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat, dan Strategi W-T berfokus pada meminimalkan kelemahan untuk menghadapi tantangan dengan mendorong perlindungan hak tanah adat, meningkatkan kesadaran mitigasi lingkungan, dan memperkuat solidaritas komunitas adat guna mempertahankan keberlangsungan hidup mereka.} }