@thesis{thesis, author={Lustyadi Nabila Putri}, title ={Hierarchical Time Series dengan ARIMA dalam Peramalan Jumlah Korban Kecelakaan Lalu Lintas Provinsi Kalimantan Timur}, year={2025}, url={http://repository.itk.ac.id/22000/}, abstract={Kecelakaan lalu lintas di Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan peningkatan signifikan, dengan kenaikan 24 persen pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya, terutama di tengah perkembangan wilayah sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan jumlah korban kecelakaan lalu lintas berdasarkan tingkat keparahan, yaitu luka ringan, luka berat, dan meninggal dunia, menggunakan metode Hierarchical Time Series (HTS) dengan pendekatan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Data yang digunakan mencakup jumlah korban kecelakaan dari periode Januari 2017 hingga Desember 2023, yang diperoleh dari Polres Kota Balikpapan. Model ARIMA hierarki dikembangkan dengan dua pendekatan, yaitu bottom-up dan top-down. Pendekatan bottom-up menggunakan model ARIMA(0,1,1) untuk kategori korban luka ringan, ARIMA([5],1,1) untuk luka berat, dan ARIMA(3,1,1) untuk meninggal dunia, dengan hasil peramalan perkategori dijumlahkan untuk memperoleh total korban. Pendekatan top-down memprediksi total korban kecelakaan menggunakan ARIMA([1,2],1,[5]), yang kemudian didistribusikan ke masing-masing kategori berdasarkan proporsi historis (50% luka ringan, 26% luka berat, dan 24% meninggal dunia). Evaluasi model menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) menunjukkan bahwa pendekatan bottom-up lebih akurat dibandingkan top-down, dengan nilai MAPE rata-rata sebesar 18,05% untuk bottom-up dan 24,95% untuk top-down. Hasil peramalan dengan pendekatan bottom-up menunjukkan bahwa jumlah korban kecelakaan di Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2024 diperkirakan stabil sebesar 75 orang per bulan, dengan distrib usi 29 korban luka ringan, 22 korban luka berat, dan 24 korban meninggal dunia. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memprediksi jumlah korban kecelakaan lalu lintas, sehingga dapat menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk merancang kebijakan keselamatan lalu lintas yang lebih strategis dan efektif di Provinsi Kalimantan Timur.} }