@thesis{thesis, author={Ramdhan Mohammad Nuzuul}, title ={Efektivitas Ekstrak Daun Salam Sebagai Inhibitor Untuk Menghambat Laju Korosi Pada Baja ASTM A36}, year={2025}, url={http://repository.itk.ac.id/22274/}, abstract={Perancangan struktur jembatan dan bagian-bagian pada kapal umumnya dibuat dengan menggunakan material baja karbon rendah, salah satunya yaitu baja ASTM A36. Lambung kapal merupakan bagian pertama yang terkena air laut saat kapal berlayar, sehingga memiliki potensi yang tinggi terjadinya korosi. Salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi laju korosi yaitu penggunaan inhibitor. Daun salam adalah satu inhibitor organik karena mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang dapat mengurangi laju korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar efisiensi ekstrak daun salam sebagai inhibitor korosi pada baja A36 menggunakan variasi konsentrasi inhibitor sebesar 5%, 15%, dan 25% dan variasi waktu perendaman selama 7 hari, 14 hari, dan 21 hari, serta melihat besar nilai laju korosi menggunakan metode weight loss yang berdasarkan standard ASTM G-31 72. Media korosif yang digunakan adalah air hujan, air laut, dan air sungai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi untuk mendapatkan ekstrak daun salam. Hasil menunjukkan tanpa pemberian inhibitor, laju korosi tertinggi terjadi pada media air laut pada waktu perendaman 21 hari dengan nilai 5616,16 mmpy. Dengan pemberian inhibitor laju korosi dengan penurunan terendah terjadi pada media air laut dengan konsentrasi ekstrak 15 ml didapatkan laju korosi sebesar 888,99 mmpy. Pada penelitian ini efisiensi inhibitior tertinggi terjadi pada media air laut pada waktu perendaman 14 hari dengan konsentrasi inhibitor 15 ml, didapatkan nilai efisiensinya sebesar 77%. Faktor yang mempengaruhi efisiensi inhibitor yaitu konsentrasi ekstrak, pH media perendaman, dan durasi perendaman.} }