@thesis{thesis, author={Iqbal Muhammad}, title ={Analisis Pengaruh Variasi Gerak Makan terhadap Keausan Pahat, Kekasaran Permukaan, dan Temperatur pada Pembubutan Baja S45C}, year={2025}, url={http://repository.itk.ac.id/22374/}, abstract={Pemanfaatan pengunaan logam dalam alat-alat yang menunjang industri manufaktur adalah bukti lajunya peningkatan ilmu sains dan teknologi terutama industri logam dan baja. Pada umumnya baja karbon yang sering digunakan pada dunia industri adalah baja S45C. Baja S45C mempunyai sifat mekanik yang baik sehingga banyak digunakan dalam pembuatan mesin, poros motor, jigs, dan komponen otomotif lainnya. Dalam dunia manufaktur pembubutan adalah kegiatan pemesinan paling umum penggunaanya dalam menghasilkan berbabagai alat dengan bentuk silindris. Pada proses pembubutan, kecepatan gerak makan adalah bagian paling penting dalam menentukan hasil pembubutan. Penelitian ini membahas pengaruh parameter gerak makan (feeding) pada keausan pahat, kekasaran permukaan, dan temperatur pemotongan terhadap pembubutan baja S45C. Variasi gerak makan yang diterapkan sebesar 0,081 mm/rev, 0,130 mm/rev, 0,174 mm/rev, 0,261 mm/rev, dan 0,325 mm/rev dengan kecepatan spindle 1.255 rpm, kedalaman pemakanan 0,5 mm, dan sudut potong pahat 90?, dan pahat insert menggunakan mesin bubut konvensional. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah keausan pahat terendah pada variasi gerak makan 0,081 mm/rev sebesar 0,002 gram dan tertinggi sebesar 0,024 gram pada variasi gerak makan 0,325 mm/rev. Nilai kekasaran permukaan terendah didapat pada variasi gerak makan 0,081 mm/rev sebesar 1,102 ?m dan tertinggi pada variasi gerak makan 0,325 mm/rev sebesar 4,317 ?m. Nilai temperatur benda kerja terendah didapat pada variasi gerak makan 0,081 mm/rev sebesar 32,3?C dan tertinggi pada variasi gerak makan 0,325 mm/rev sebesar 53,1?C. Nilai temperatur pahat terendah didapat pada variasi gerak makan 0,081 mm/rev sebesar 58,1?C dan tertinggi pada variasi gerak makan 0,325 mm/rev sebesar 98,1?C.} }