@thesis{thesis, author={VIDIYOGA SOS EDWIN}, title ={INVESTIGASI BATUAN PURBAKALA MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS: STUDI KASUS DI SITUS SENDANG AGUNG, DESA URANGAGUNG, KECAMATAN SIDOARJO, KABUPATEN SIDOARJO}, year={2016}, url={http://repository.its.ac.id/1044/}, abstract={Situs purbakala merupakan peninggalan leluhur yang memiliki nilai kebudayaan dan harus dilestarikan. Proses penemuan situs purbakala (ekskavasi) biasanya memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang besar. Agar dalam proses ekskavasi ini dilakukan secara cepat dan biaya yang lebih sedikit, diperlukan suatu pendekatan atau metode yang cepat dan mudah untuk identifikasi situs purbakala tersebut. Oleh karena itu, metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger digunakan untuk memprediksi permasalahan ini, yaitu untuk menentukan posisi situs purbakala Sendang Agung yang baru saja ditemukan di Desa Urangagung Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Untuk identifikasi situs ini, diukur data resistivitas dua dimensi sebanyak sepuluh lintasan. Data yang terukur merupakan resistivitas semu yang perlu proses inversi untuk menghasilkan nilai resistivitas sebenarnya. Dari proses ini, didapatkan anomali resistivitas pada lintasan 8 yang beririsan dengan lintasan 1 dan 2 dengan nilai > 200 Ω.m pada dengan kedalaman 2 meter. Selain itu, anomali juga terdeteksi pada lintasan 10 yang beririsan dengan lintasan 4, 5 dan 6 pada kedalaman. 2,5 meter - 5 meter. Ini berkorelasi dengan nilai resistivitas sampel batu bata yang di uji laboratorium dalam kondisi basah (± 200 Ω.m). Oleh karena itu, anomali ini diinterpretasikan sebagai sebaran batu bata kuno yang terpendam. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa sebaran batu bata pada situs ini berada di kedalaman hingga 3,8 meter pada daerah selatan dan barat situs utama, sedangkan pada daerah utara dan timur situs utama terdapat sebaran batu bata kuno di kedalaman 1,6 meter - 2,3 meter.} }