@thesis{thesis, author={Saputra Wahyu Ade}, title ={Kajian Pemilihan Trading Tanker Untuk Konversi Menjadi FSO Di Perairan Laut Jawa}, year={2014}, url={http://repository.its.ac.id/98308/}, abstract={Industri migas secara global mengalami perkembangan pesat seiring dengan bertambahnya permintaan pasar. Di Indonesia, eksplorasi gas juga dilakukan di banyak perairan, misalnya laut Jawa. Dalam proses eksplorasi gas didukung oleh berbagai infrasturktur, salh satunya adalang Flotang Storage Offloading (FSO). Pembangunan FSO akhir-akhir ini didominasi oleh proses koncersi dari trading tanker. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan akan biaya dan waktu yang diperlukan untuk pengadaan FSO akan lebih besar jika membangan bangunan baru. Dalam melakukan proses konversi ada 3 (tiga) komponen yang harus diperhatikan. Komponen yang pertama adalah kajian mengenai Indonesia water yang didalamnya bersi mengenai kondisi lingkungan di Indonesia dan owner requirement. Nilai fatigue life sangat dipengaruhi oleh environment load, dimana dalam hal ini significant wave sangat diperhatikan. Laut. Jawa memiliki gelombang 100 tahunan 4.6 m, Selat Madura 6.2 m, Perairan Bali, 3,4 m dan Kepulauan Seribu 3 m. Komponen yang kedua adalah kondisi trading tanker yang akan dikonversi, biasa disebut dengan AP (Condition Assessment Program). Sedangkan komponen yang ketiga adalah regulasi/class rules yang digunakan untuk proses konversi. Dari ketiga komponen tersebut didapatkan bahwa untuk trading tanker CAP 3 adalah opsi terbaik ntuk konversi menjadi FSO selama masa operasi 10 tahun dengan harga US$30,946,089.46 untuk sea state selat madura, US$25,232,649.69 untuk Laut Jawa, US$ 23,969,566.55 untuk kepulain Seribu dan US$ 23,969,566.55 untuk selat Bali.} }