@thesis{thesis, author={Fadlillah Muhammad Syamil}, title ={Pemodelan Sistem Dinamik untuk Meningkatkan Rasio Pemenuhan Energi Surya}, year={2023}, url={http://repository.its.ac.id/98352/}, abstract={Penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi hal penting yang harus dipenuhi untuk peningkatan lingkungan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). EBT menjadi solusi yang disepakati dunia internasional dalam menangani permasalahan lingkungan yang semakin memburuk. Pencapaian SDGs ini tertuang pada aturan dan rencana umum nasional terkait energi sebagai bentuk upaya suatu negara dalam kesiapan dan kesadaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama, salah satu dari tujuan tersebut adalah memperbaiki dan meningkatkan kualitas lingkungan. Target sebesar 31% terkait bauran energi baru terbarukan sebagai sumber energi listrik nasional sudah harus dicapai pada tahun 2030, namun hingga saat ini baru didapat hanya sebesar 12,8% per Juni tahun 2022. Penelitian menggunakan pendekatan sistem dinamik dapat mengetahui lebih jelas hubungan sebab akibat antar variabel pada peningkatan rasio energi surya dalam pemenuhan target EBT nasional. Setelah mendapatkan model, dilakukan pengembangan skenario dengan tujuan agar dapat mengetahui langkah-langkah selanjutnya yang harus dilakukan untuk mendapatkan peningkatan rasio energi surya untuk mencapai target EBT sebesar 31% pada tahun 2030. Data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Lembaga Statistik Nasional dan Perusahaan Energi Nasional yang diambil dari tahun 2013 hingga tahun 2022. Dari penelitian ini akan dihasilkan Causal-Loop Diagram, Stock & Flow Diagram, dan skenario peningkatan rasio energi surya dalam pencapaian target EBT nasional. Hasil pemodelan sistem dinamik tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan pemenuhan target EBT nasional dan peningkatan rasio penggunaan energi surya. Penelitian ini mendapatkan causal loop diagram (CLD) yang dapat melihat cakupan sistem dan hubungan sebab-akibat dari setiap variabel pada sistem. Berdasarkan CLD diketahui bahwa dalam mengukur rasio pemenuhan energi surya dalam mencapai target EBT nasional membutuhkan jumlah produksi listrik nasional dan energi terbarukan. Oleh karena itu dalam pengembangan stock and flow diagram (SFD) dilakukan penegembangan dua sub-model untuk dapat mengetahui jumlah produksi energi surya dan capaian target EBT. Setelah itu dikembangkan skenario berdasarkan SFD base model. Skenario yang dikembangkan berupa skenario existing, rooftop policy, promotion policy, technology. Setiap pengembangan skenario bertujuan untuk meningkatkan rasio pemenuhan energi surya dalam mencapai target EBT nasional. Pengembangan skenario juga dilakukan dengan berdasarkan kondisi nyata yang telah dilakukan dan perencanaan yang diketahui melalui literatur. Pengembangan skenario menghasilkan bahwa setiap skenario dapat mencapai target EBT nasional sebesar 31%. Kondisi existing yang berarti tidak terdapat perubahan kondisi pada sistem berhasil mencapai target tersebut dengan capaian sebesar 34,1%. Dengan kondisi skenario technology dimana dilakukan penerapan tandem perovskite teknologi mencapai hasil sebesar 40,3%. Sehingga dapat ditemukan hasil bahwa untuk mencapai target EBT nasional tersebut dapat dengan mempertahankan kondisi sistem. Dengan cara memastikan peningkatan jumlah pembangkit dan produksi listrik energi surya dapat bertahan dan stabil serupa dengan hasil simulasi model. Untuk peningkatan lebih tinggi dapat menggunakan dan menerapkan kebijakan pemanfaatan ruang, kebijakan promosi, dan teknologi tandem perovskite. Penelitian lanjutan dapat melakukan penambahan variabel terkait dengan kondisi perubahan variabel dan cuaca. Sehingga dapat mengetahui perubahan variabel setiap waktunya berdasarkan kondisi nyata dan terbaru. Dapat melakukan analisis kelayakan investasi sehingga mendapat perbandingan antar skenario dan menarik investor.Pada sistem berhasil mencapai target tersebut dengan capaian sebesar 34,1%. Dengan kondisi skenario technology dimana dilakukan penerapan tandem perovskite teknologi mencapai hasil sebesar 40,3%. Sehingga dapat ditemukan hasil bahwa untuk mencapai target EBT nasional tersebut dapat dengan mempertahankan kondisi sistem. Dengan cara memastikan peningkatan jumlah pembangkit dan produksi listrik energi surya dapat bertahan dan stabil serupa dengan hasil simulasi model. Untuk peningkatan lebih tinggi dapat menggunakan dan menerapkan kebijakan pemanfaatan ruang, kebijakan promosi, dan teknologi tandem perovskite. Penelitian lanjutan dapat melakukan penambahan variabel terkait dengan kondisi perubahan variabel dan cuaca. Sehingga dapat mengetahui perubahan variabel setiap waktunya berdasarkan kondisi nyata dan terbaru. Dapat melakukan analisis kelayakan investasi sehingga mendapat perbandingan antar skenario dan menarik investor ======================================================================================================================================= The use of New, Renewable Energy (NRE) is an important matter that must be met for environmental improvement and the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs). NRE is an international } }