A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Umiatul Khasanah }, title ={Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Penyakit Diare Anak di Instalasi Rawat Inap RS Permata Bekasi Tahun 2023}, year={2025}, url={}, abstract={Latar belakang: Di seluruh dunia, antibiotik adalah obat yang paling sering digunakan,\ndengan 20-26% di antaranya disalahgunakan. Sangat penting untuk memilih antibiotik secara\nhati-hati untuk pengobatan diare pada anak-anak, dengan mempertimbangkan faktor-faktor\nseperti dosis, cara pemberian, dan lama pengobatan. Dengan menggunakan pendekatan\nGyssens dan metode DDD (Definied Daily Dose), penelitian ini bermaksud untuk menilai\npenggunaan antibiotik pada gangguan diare pada anak di instalasi rawat inap rumah sakit X\npada tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian observasional dengan rancangan crosssectional\nbersifat retrospektif dengan menggunakan metode non-eksperimental digunakan\ndalam penelitian ini. Pengambilan sampel secara purposif digunakan untuk memilih 155\npasien anak dengan diare yang dirawat di rumah sakit X pada tahun 2023. Rekam medis pasien\nmenyediakan data, yang kemudian diperiksa menggunakan uji Chi-square non-parametrik. Hasil: Berdasarkan demografi pasien anak yang didiagnosis diare di rumah sakit X pada tahun\n2023, terdapat lebih banyak pasien laki-laki dibandingkan pasien perempuan - 82 (52,9%) dan\n111 (71,6%) pasien berada pada rentang usia tertinggi, yaitu antara usia 1-4 tahun. Sefotaksim\nadalah jenis antibiotik yang paling sering digunakan untuk pasien diare anak (61 pasien,\n39,4%), dan 155 pasien (100%) memiliki hasil klinis dipulangkan atau sembuh dari diare\nanak. Ketika pasien diare remaja diberikan antibiotik dengan menggunakan pendekatan\nGyssens, sebanyak 68 obat (41,3%) dikategorikan sebagai kategori 0, dan ketika antibiotik\ndiberikan dengan menggunakan metode ATC/DDD, seftriakson adalah antibiotik yang paling\nsering digunakan. Kesimpulan: Uji statistik dengan nilai p-value 0,000 <0,05 didapatkan \nhubungan antara kualitas penggunaan antibiotik yang ditentukan oleh metode Gyssens dan\nmetode ATC/DDD dalam kaitannya dengan hasil klinis.} }