A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Nurhaida Munthe }, title ={Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Perawat Dalam Menangani Pasien Covid-19 di Ruang Covid RS X Kabupaten Berkasi}, year={2025}, url={}, abstract={Negara Indonesia salah satu negara yang berdampat positif Virus Corona (Covid-19) dimana awal pertama kali ditemukan\npada dua orang warga depok (ibu dan anak permpuannya),yang mana penularannya kontak dengan warga negara asing\n(jepang). Yang di ketahui setelah warga asing kembali ke negaranya.Hal ini di umumkan langsung oleh Presiden Joko\nWidododi istana kepresidenan.Ratusan ribu manusia terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia.dan virus corona ini\nsangat berdampak besar terhadap ekonomi, kesehatan fisik,sosial sampai dengan permasalahan mental (kepanikan,\nketakutan dan kecemasan).Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan perawat di RS X Kab :\nBekasi dalam menangani pasien covid -19. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan\ncross sectional ,pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton ranting scale For Anxity 1959 (HARS) yang\ndibagikan secara langsung pada seluruh perawat yang menangani pasien Covid-19 di IGD,rawat inap dan ruang khusus RS\nX Kab : Bekasi. Hasil : Terdapat kecemasan yang di alami oleh 63 (83%) perawat dalam menangani pasien Covid-19\n(cemas ringan 17 (22,3%) ,42 (55,3%) cemas sedang,4 (5,3%) cemas berat) Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor:\nusia,jenis kelamin, pendidikan, lama bekerja. Kesimpulan : Menunjukkan kecemasan sedang tertinggi yang di alami\nperawat saat menangani pasien Covid-19 di RS X Kab : Bekasi .Oleh sebab itu perawat disarankan harus mampu\nmengatasi kecemasan dan mampu mengontrol emosi agar tidak menjadi emosi negatif , meningkatkan pengetahuan dalam\nmenangani pasien vocid melalui media : media sosial, webinar.} }