@thesis{thesis, author={JOEL RONAN HAMONANGAN}, title ={IDENTIFIKASI KERUSAKAN INERT GAS GENERATOR DI MT. PETROSAMUDRA}, year={2024}, url={http://repository.pip-semarang.ac.id/5600/}, abstract={ABSTRAK Joel Ronan Hamonangan. 2024.?Identifikasi Kerusakan Inert gas generator di MT. Petrosamudra?. Skripsi Program Diploma IV, Progam Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr.Andy Wahyu hermanto, S.T.,M.T dan Pembimbing II: Kresno Yuntoro,S.ST,M.M Inert Gas Generator merupakan pesawat bantu yang penting dalam pengoprasian kapal saat melakukan proses bongkar muat.Inert Gas Generator berfungsi untuk menekan oksigen konten di dalam tangki muat kargo.kadar oksigen konten yang aman di dalam tangki muat kargo kurang dari lima persen, yang terjadi di MT. Petrosamudra kadar oksigen melebihi lima persen. Indikasi tersebut yang akan diteliti dengan tujuan penelitian untuk mengetahui faktor dan dampak kerusakan inert gas generator di MT.Petrosamudra. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan diagram Fishbone untuk memperoleh informasi mengenai kondisi tempat penelitian pada diagram kausal menggambarkan hubungan antara faktor penyebab dan dampaknya. Diagram faktor penyebab digunakan dalam statistik pengendalian proses untuk memvisualisasikan faktor-faktor penyebab dan akibat yang berasal dari berbagai elemen yang mengakibatkan masalah. Berdasarkan analisis diagram Fishbone, dapat diidentifikasi faktor yang menyebabkan masalah korosi pada burner cone di inert gas generatordi kapal MT. Petrosamudra. Hasil penelitian menunjukan bahwa Faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan inert gas generator di MT. Petrosamudra mencakup bocornya sea water spray, keterbatasan spare part, penggunaan material yang tidak sesuai requisition, kurangnya kegiatan pengecekan dan perawatan berkala pada Inert Gas Generator (IGG). Dampak kebocoran sea water spray, penundaan perbaikan yang memperburuk kerusakan, rendahnya efektivitas perlindungan akibat minimnya suku cadang, mudah rusak dan korosifnya burner cone, risiko keselamatan awak kapal, kegagalan sistem keamanan, dan ketidakstabilan oksigen konten dalam lingkungan kapal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik terkait masalah ini dan mengidentifikasi solusi untuk meningkatkan efisiensi serta keselamatan operasional kapal.} }