@thesis{thesis, author={Febi Ni Ketut}, title ={Strategi Green Marketing Mix untuk Meningkatkan Volume Penjualan Venue MICE di Bali Nusa Dua Convention Center}, year={2024}, url={http://repository.pnb.ac.id/10921/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari strategi green marketing mix untuk meningkatkan volume penjualan venue MICE di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Diharapkan penelitian ini dapat menemukan strategi green marketing mix yang paling tepat untuk diterapkan oleh Sales & Marketing Department untuk meningkatkan volume penjualan venue MICE di BNDCC. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terstruktur. Teknik analisis yang digunakan meliputi Analisis Deskriptif Kuantitatif, Analisis eskriptif Kualitatif, Matrix Internal Factor Analysis Summary (IFAS), Matrix Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS), Matrix Internal-Eksternal (IE), Analisis SWOT, dan Analysis quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi strategi green marketing mix untuk meningkatkan volume penjualan venue MICE di BNDCC. Berdasarkan analisis matriks IFAS dengan total skor 3,70, kekuatan utama adalah lokasi venue yang strategis yang terletak di kawasan elit ITDC Nusa Dua, sedangkan kelemahan utama adalah promosi yang mengutamakan efisiensi dan efektivitas sehingga biaya promosi dapat diminimalkan, namun keterbatasan sumber daya manusia mengurangi kemampuan perusahaan dalam merancang dan melaksanakan kampanye promosi yang efektif dan responsif. Dari analisis matriks EFAS total scor sebesar 3.09, peluang utama adalah peraturan dan kebijakan pemerintah yang menjamin keamanan venue dan sekitarnya, memberikan rasa aman dan nyaman bagi tamu yang melaksanakan event. Ancaman utama adalah banyaknya hotel dan convention di Bali yang menjual produk meeting yang sama dengan harga yang lebih murah. Analisis Matriks IE menempatkan perusahaan pada posisi growth strategy (Sel I). Analisis SWOT menghasilkan 8 alternatif strategi green marketing mix, dengan 3 strategi utama yang menjadi prioritas berdasarkan perhitungan Matriks QSPM, yaitu: 1) Promosi melalui personal selling yang menyasar berbagai segmen (TAS 306,0), 2) Promosi Efektif dan Efisien Menggunakan Teknologi (TAS 300,1), dan 3) Memanfaatkan Lokasi Strategis dan Ramah Lingkungan untuk Menarik Daya Beli Konsumen (TAS 283,0).} }