@thesis{thesis, author={Kristina Ni Made Desy}, title ={Peran Ukuran Perusahaan Memoderasi Pengaruh Profitabilitas dan Opini Audit terhadap Audit Delay pada Perusahaan Sektor Energy di Bursa Efek Indonesia}, year={2024}, url={http://repository.pnb.ac.id/11627/}, abstract={Dalam tiga tahun terakhir, fenomena keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahunan mengalami peningkatan signifikan di sektor energy. Pada tahun 2020 terdapat 9 perusahaan yang terlambat, meningkat menjadi 14 perusahaan pada 2021, dan 13 perusahaan pada 2022. PT Sugih Energy Tbk. (SUGI) merupakan salah satu perusahaan yang tidak menyampaikan laporan tahunan keuangan periode 2018-2022, sehingga mengakibatkan sanksi berupa surat peringatan dan suspensi selama 48 bulan per Juli 2023, serta berpotensi delisting dari BEI. Beberapa perusahaan sektor energy lain yang juga mengalami keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahunan periode 2020-2022 adalah PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BOSS), PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL), PT Sky Energy Indonesia Tbk. (JSKY), dan PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM).Tujuan penelitian ini yakni untuk membuktikan dan menjelaskan pengaruh profitabilitas dan opini audit terhadap audit delay dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energy yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020 sampai dengan 2022. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 60 perusahaan dengan 180 unit observasi selama tiga tahun pengamatan. Pengujian variabel penelitian dilakukan melalui analisis regresi linear berganda dan moderate regression analysis (MRA) menggunakan IBM SPSS Versi 25. Hasil pengujian menunjukkan bahwa profitabilitas dan opini audit memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Kemudian, ukuran perusahaan mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap audit delay dengan ukuran perusahaan bertindak sebagai variabel moderasi murni. Selanjutnya, ukuran perusahaan bertindak sebagai variabel moderasi semu ketika dihadapkan dengan opini audit.} }