@thesis{thesis, author={Rikardita I Made Agus Rodger}, title ={Analisis Perbandingan Perancah Bambu dan Scaffolding untuk Pekerjaan Struktur Beton Bertulang pada Proyek SMKN 7 Denpasar}, year={2024}, url={http://repository.pnb.ac.id/15222/}, abstract={Salah satu perbedaan mendasar antara metode konvensional dengan metode nonkonvensional adalah pada pemakaian perancah beton. Pada metode konvensional memakai bambu dan pada metode non-konvensional memakai baja yang diproduksi secara pabrikasi (scaffolding). Dengan adanya perbedaan tersebut, tentunya pembiayaan proyek keseluruhan akan berbeda. Dengan alasan di atas maka timbulah pemikiran untuk membandingkan biaya penggunaan perancah bambu, dan scaffolding pada pekerjaan beton bertulang. Untuk membandingkan kedua metode tersebut, dilakukan studi pustaka dari berbagai sumber referensi yang ada, pengumpulan data gambar/dokumen yang berupa gambar pembangunan USB (Unit Sekolah Baru) SMKN 7 Denpasar, yaitu gambar situasi denah, gambar tampak, gambar potongan, gambar rencana, dan harga satuan bahan dan upah yang berlaku di Kabupaten Denpasar. Analisis dan pembahasan dengan cara membuat rencana anggaran pelaksanaan baik untuk pekerjaan perancah bambu, perancah usuk maupun perancah scaffolding yaitu menghitung analisis harga satuan pekerjaan dan biaya total seluruh pekerjaan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perancah bambu memiliki total biaya Rp. 48.314,740, dan perancah scaffolding memiliki total biaya Rp. 74.238.000. Pengerjaan beton bertulang sesuai dengan time schedule sehingga pemakaian tidak melebihi batas sewa selama 1 bulan.} }