@thesis{thesis, author={Prameswari Ni Made Natalia Dwi and Suarjana Anak Agung Gde Mantra and Sugiarta I Komang}, title ={Analisis Perlakuan Akuntansi Kredit Bermasalah dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Pada BPR Urban Bali}, year={2022}, url={http://repository.pnb.ac.id/4622/}, abstract={Kredit bermasalah merupakan pinjaman kredit yang pelunasannya mengalami ketidaklancaran.Tingkat persentase dari kredit bermasalah sangat berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan yang nantinya akan memengaruhi laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Perlakuan akuntansi yang tepat tentu sangat diperlukan agar kewajaran laporan keuangan tetap bisa tercapai. Perlakuan akuntansi terhadap kredit bermasalah tersebut harus sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku agar tidak terjadi kerugian bagi perusahaan maupun pihak lain yang pada penelitian kali ini peneliti menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 55. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan akuntansi kredit bermasalah pada BPR Urban Bali dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 55.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif komparatif. Dalam penelitian membandingkan penerapan perlakuan akuntansi kredit bermasalah pada BPR Urban Bali dengan perlakuan akuntansi kredit bermasalah menurut PSAK Nomor 55 yang mengatur mengenai pengakuan, pengukuran dan penyajian serta penurunan nilai yang menggunakan metode kerugian piutang ekspektasian serta menganalisis pengaruhnya terhadap laporan keuangan perusahaan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perlakuan akuntansi kredit bermasalah pada BPR Urban Bali belum sepenuhnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Praktik pengakuan kredit bermasalah pada BPR Urban Bali diakui pada saat terjadi peristiwa gagal bayar dengan pengukuran penurunan nilai menggunakan metode incurred credit loss atau pembentukan cadangan setelah terjadinya peristiwa gagal bayar dan penyajian kredit bermasalah dengan nilai yang belum benar pada laporan keuangan.} }