@thesis{thesis, author={Rahman Tri Desyarani}, title ={GAMBARAN KANDUNGAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN (FORMALIN) PADA JAJANAN DI KANTIN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN METRO PUSAT}, year={2020}, url={http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/1745/}, abstract={Aditif makanan atau bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan.Bahan tambahan makanan adalah bahan yang bukan secara alamiah merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam bahan makanan tersebut karena perlakuan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan. Agar makanan yang tersaji tersedia dalam bentuk yang lebih menarik, rasa enak, rupa dan konsistensi nya baik serta awet maka sering dilakukan penambahan bahan tambahan makanan yang sering disebut zat aditif kimia (food additive). Adakalanya makanan yang tersedia tidak mempunyai bentuk yang menarik meskipun kandungan gizinya tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya formalin pada makanan jajanan yang dijual di sekitar Sekolah Dasar di Kecamatan Metro Pusat, mengetahui pengetahuan pedagang tentang bahan tambahan pangan serta mengetahui jenis-jenis makanan jajananapa saja yang mengandung bahan tambahan makanan formalin. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan ada tidaknya formalin pada makanan jajanan yang dijual di sekitar Sekolah Dasar di Kecamatan Metro Pusat, penelitian ini diambil dari 4 karakteristik Sekolah Dasar berdasarkan lokasi dan setiap lokasi masing-masing diambil 1 Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, peneliti mengambil sampel makanan jajanan di sekitar lingkungan Sekolah Dasar lalu sampel diuji menggunakan Tes Kit Formalin.Dari 4 Sekolah Dasar tersebut diketahui masing-masing pedagang yang menjual makanan jajanan menggunakan bahan tambahan makanan yang dilarang seperti formalin, dan jenis makanan jajanan yang mengandung formalin yaitu Mie gulung sosis, Mie pedas, bakso dan sempul ayam. Untuk menghindari dan mengurangi penggunaan bahan tambahan makanan formalin pada makanan jajanan yang dijual, penulis menyarankan agar sebaiknya} }