@thesis{thesis, author={Hasanah Umi}, title ={GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA PADA PENDERITA DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP SIMPUR KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019}, year={2020}, url={http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/1766/}, abstract={Tingginya angka kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Simpur perlu mendapatkan perhatian mengingat dampak yang ditimbulkan yaitu dehidrasi atau kehilangan cairan dan kelainan elektrolit yang merupakan komplikasi utama. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran PHBS rumah tangga penderita diare di wilayah Kerja Puskesmas Simpur tahun 2019 dan tujuan khusus penelitian ini adalah mengetahui gambaran ketersediaan air bersih sebagai upaya pencegahan penyakit diare, mengetahui gambaran cuci tangan pakai sabun sebagai upaya pencegahan penyakit diare dan mengetahui gambaran ketersediaan jamban sehat sebagai upaya pencegahan penyakit diare. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga pada penderita diare diwilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Simpur Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan tentang PHBS rumah tangga yang ada di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Simpur yaitu, Ketersediaan air bersih yang tidak memenuhi syarat sebesar 42,2%, Kebiasaaan cuci tangan pakai sabun yang tidak memenuhi syarat yaitu sebesar 27.8%, Ketersediaan jamban sehat yang tidak memenuhi syarat yaitu sebesar 82,2%. Oleh karena itu, penulis memberikan saran yaitu, Untuk itu Puskesmas Simpur sebaiknya sering melakukan penyuluhan secara kontinyu tentang pentingnya menjaga sumber air bersih dalam upaya pengendalian penyakit diare ataupun edukasi lainnya seperti cara pembuatan saringan pasir sederhana kepada masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Simpur. Lalu Kepala Pekon mengkoordinir warga untuk membentuk kader tiap-tiap rumah tangga yang memiliki sumber air yang masih keruh dan berbau. Untuk itu sebaiknya Puskesmas Simpur melakukan penyuluhan tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun dan mengadakan perlombaan antar kelurahan tentang PHBS khususnya cuci tangan pakai sabun agar masyarakat yang ada di wilayah kerja puskesmas Simpur lebih giat dan bersemangat menerapkan kebiasaan CTPS setiap hari. Sebaiknya Puskesmas Simpur melakukan penyuluhan tentang STBM pilar ke 1 dan Kepala Pekon mengkoordinir warga untuk membuat jamban komunal yang kemungkinan jika tidak ada lahan untuk membuat jamban bisa diletakkan di dalam rumah dengan bangunan jamban dan septictank yang permanen. Kata Kunci : PHBS, Kejadian Diare Daftar Bacaan : 2008-2019} }