@thesis{thesis, author={OKTIRA WHYNGKY}, title ={PENGARUH HEMODIALISA TERHADAP KADAR KALIUM PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK (STUDI PUSTAKA)}, year={2021}, url={http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/1773/}, abstract={Ginjal merupakan organ penting yang berfungsi menjaga komposisi darah dengan mencegah menumpuknya limbah dan mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga level elektrolit seperti sodium, potassium dan fosfat tetap stabil, serta memproduksi hormon dan enzim yang membantu dalam mengendalikan tekanan darah, membuat sel darah merah dan menjaga tulang tetap kuat Gagal ginjal kronik adalah kegagalan fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga menimbulkan penumpukan sisa metabolisme didalam darah. Sehingga kebanyakan pasien gagal ginjal akan mengalami hiperkalemia atau kelebihan kadar kalium dalam darah. Akibat dari hiperkalemia yang berat nantinya dapat memicu terjadinya henti jantung dan menyebabkan kematian.Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji adanya pengaruh hemodialisa terhadap kadar kalium pada penderita gagal ginjal kronik. Bidang penelitian ini adalah Kimia Klinik. Metode dalam penelitian ini adalahstudi pustaka. Berdasarkan dari 15 artikel didapatkan rata-rata kadar kalium sebelum hemodialisa berkisar antara 4,48-5,73 mmol/L kemudian sesudah hemodialisa berkisar antra 3,31-5,2 mmol/ dan terdapat 2 artikel yang menyatakan adanya pengaruh hemodialisa terhadap kadar kalium pada penderita gagal ginjal kronik. Kata Kunci : Gagal Ginjal, Hemodialisa dan Kalium Daftar Bacaan : 37 (2002-2020)} }