@thesis{thesis, author={Dedi Echa Handayani}, title ={GAMBARAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2}, year={2020}, url={http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/1795/}, abstract={Diabetes Melitus adalah sekelompok kelainan yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia).Akibat terdapat penurunan kemampuan tubuh untuk berespon terhadap insulin dan/ penurunan atau tidak terdapatnya pembentukan insulin oleh pankreas.International Diabetes Federation (IDF) 2017 melaporkan bahwa epidemi DM di Indonesia masih menunjukan kecenderungan meningkat. Indonesia adalah negara peringkat ke-6 setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil dan Meksiko dengan jumlah penyandang diabetes usia 20-79 tahun sebanyak 10,3 juta orang.Salah satu penyakit yang disebabkan karena komplikasi kronik mikrovaskuler pada penderita DM adalah nefropati diabetik. Pemeriksaan ureum dan kreatinin merupakan cara paling sederhana untuk menilai status fungsional ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar ureum dan kreatinin pada penderita DM Tipe 2 di RSD Mayjend H.M Ryacudu Kotabumi. Sampel penelitian ini adalah174 penderita DM Tipe 2 yang melakukan pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin di RSD Mayjend H.M Ryacudu Kotabumi Lampung Utara pada tahun 2018-2019. Berdasarkan data pasien yang telah diperoleh penderita DM Tipe 2 di RSD Mayjend H.M Ryacudu Kotabumidi dapatkan rata-rata kadar ureum 42,4 mg/dL, nilai terendah ureum 11 mg/dL, nilai tertinggi ureum 134 mg/dL, yang memiliki kadar ureum rendah 5,1%, kadar ureum normal 43,6% dan kadar ureum tinggi 51,1%. Sedangkan rata-rata kadar kreatinin 1,4 mg/dL , nilai terendah kreatinin 0,5 mg/dL, nilai tertinggi kreatinin 15,8 mg/dL, yang memiliki kadar kreatinin rendah 15,5%, kadar kreatinin normal 40,2 %, dan kadar ureum tinggi 44,2%. Kata kunci : Diabetes melitus, nefropati diabetik, ureum, kreatinin Daftar Bacaan : 27 (1995-2019)} }