@thesis{thesis, author={Hidayati fitria}, title ={ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA KASUS SECTIO CAESAREA TERHADAP Ny.S di RUANG KEBIDANAN RSUD MAYJEND HM RYACUDU KOTABUMI LAMPUNG UTARA TANGGAL 11-13 MARET 2021}, year={2021}, url={http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/1910/}, abstract={Kejadian operasi caesar di seluruh Indonesia, meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil penelitian (Sihombing et al., 2017) menunjukkan bahwa faktor yang menentukan kejadian persalinan operasi sesar adalah status ekonomi, wilayah tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan responden dan kepemilikan jaminan kesehatan, usia kelahiran, jumlah janin yang dikandung, umur ibu, tinggi badan ibu, indikasi persalinan, komplikasi kehamilan, komplikasi persalinan, dan riwayat kelahiran hidup. Penulis merumuskan masalah ?Bagaimanakah Gambaran Asuhan Keperawatan Pasien dengan Gangguan Mobilitas Fisik pada kasus sectio caesarea terhadap Ny.S Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah memberikan gambaran tentang kasus post sectio caesarea pada Ny.S dengan gangguan mobilitas fisik di Ruang Kebidanan secara komprehensif melalui pengkajian, diagnosa, rencana keperawatan, implementasi, evaluasi di ruang kebidanan. Penulis merumuskan masalah ?Bagaimanakah Gambaran Asuhan Keperawatan Pasien dengan Gangguan Mobilitas Fisik pada kasus sectio caesarea terhadap Ny.S . Hasil dari pengkajian didapatkan data Klien mengeluh nyeri, nyeri dirasakan saat bergerak dan nyeri berkurang saat istirahat. Nyeri terasa di perut bagian bawah diluka bekas operasi dengan skala nyeri 6, klien mengatakan rasa nyeri hilang timbul, dan klien mengatakan merasa tidak nyaman, merasa sulit tidur saat nyeri hilang timbul, tampak merintih kesakitan, payudara pasien tampak membengkak, pasien mengatakan sulit bergerak karena nyeri diluka operasi, klien mengatakan istirahat tidak cukup, merasa gelisah, klien tidak mampu melakukan aktivitas secara mandiri, TD 121/80 mmHg, nadi 92x/menit, pernafasan 22x/menit, suhu 36,6°C. Diagnosa yang ditegakkan adalah gangguan mobilitas fisik, menyusui tidak efektif, defisit perawatan diri. Perencanaan dan evaluasi seperti diantaranya adalah SIKI : Mobilitas fisik, status menyusui, perawatan diri. SLKI : dukungan mobilisasi, pijat laktasi, dukungan perawatan diri. Evaluasi pada perawatan hari ketiga didapatkan hasil masalah teratasi pada seluruh diagnosa keperawatan yang ditegakkan oleh penulis. Simpulan pada kasus Ny.S didapatkan bahwa asuhan keperawatan dapat dilakukan dengan baik pada pasien maupun keluarga paien. Saran untuk RSUD Mayjend HM Ryacudu terutama bagi perawata ruangan yang menangani kasus post sectio ini diharapkan memiliki waktu khusu untuk memberikan informasi-informasi kesehatan dengan melakukan pendekatan pada pasien dan keluarga untuk mencegah adanya kekambuhan yang akan terjadi pada pasien. Kata kunci : Asuhan Keperawatan, Post Sectio Caesarea, Gangguan Mobilitas Fisik Sumber Bacaan : 11 (2016-2020)} }