@thesis{thesis, author={Khasanah Heti Rais and Krisyanella Krisyanella and NURFADILLAH ZULFA and Pudiarifanti Nadia and Susilo Avrilya Iqoranny}, title ={Penetapan Kadar Vitamin C Pada Tablet Effervescent Dengan Perbedaan Suhu Pelarut Secara Titrasi Iodimetri}, year={2021}, url={http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/1310/}, abstract={Latar belakang : Vitamin C merupakan vitamin yang paling tidak stabil dari semua vitamin dan mudah rusak selama pemprosesan dan penyimpanan. Vitamin C mudah larut dalam air, vitamin yang paling labil karena mudah rusak oleh panas dan udara. Suhu berpengaruh nyata terhadap kandungan vitamin C, semakin tinggi suhu maka kandungan vitamin C semakin menurun. Salah satu sediaan vitamin C adalah tablet effervescent. Tablet effervescent adalah tablet yang menghasilkan gas (CO2) sebagai hasil reaksi kimia bahan-bahan penyusun tablet dengan cairan pelarutnya (air). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C pada tablet effervescent yang dilarutkan dengan air pada suhu yang berbeda dan untuk mengetahui suhu yang paling efektif untuk melarutkan tablet effervescent. Metode : penelitian ini merupakan laboratorium eksperimental dengan menggunakan metode titrasi iodimetri. Suhu air yang digunakan 20C, 27 0C, 350C, dan 480C. Hasil : kadar vitamin C pada tablet effervescent dengan air sebagai pelarut pada suhu 2oC 102,703%, suhu air 27oC 96,480%, suhu air 35oC 82,787%, suhu air 48oC 75,316%. Kesimpulan : suhu pelarut berpengaruh nyata terhadap kandungan asam askorbat dalam sediaan tablet effervescent yang ada dipasaran, Suhu yang paling efektif untuk mendapatkan kadar vitamin C yang paling tinggi adalah pada suhu 20C. Saran : Dari penelitian ini peneliti lain dapat melakukan penelitian serupa dengan variasi lama perendaman pada tablet effervescent untuk mengetahui apakah lama perendaman mempengaruhi kadar vitamin C pada tablet efferveescent.} }