@thesis{thesis, author={Destariani Elvi and Savitri Wewet and Wahyuni Elly and WATI ADE ANJAR and Yuniarti Yuniarti}, title ={Pengaruh Massage Effleurage dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore pada Remaja di SMA 03 Lebong}, year={2022}, url={http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/1543/}, abstract={Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2016 didapatkan 1.769.425 jiwa (90%) wanita di dunia mengalami dismenore dengan 10-15% mengalami nyeri berat. Secara umum penanganan dismenore terbagi menjadi dua kategori yaitu pendekatan farmakologis dan non farmakologis. Beberapa terapi menggunakan metode nonfarmakologis menggunakan massage effleurage dan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Massage effleurage dan Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Intensitas Dismenore Pada Siswi SMAN 03 Lebong. Jenis penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan penelitian two group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMAN 03 Lebong yang mengalami dismenore sebanyak 36 siswi. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dimana sampel berjumlah 36 orang siswi .Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengukuran nyeri dengan NRS. Analisis data menggunakan wiloxon dan mann whitney Hasil uji Wiloxon menunjukkan nilai 0,000 (<0,05) artinya Ada pengaruh antara tingkat nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan intervensi massage effleurage. Hasil uji Wiloxon menunjukkan nilai 0,000 (<0,05) artinya Ada pengaruh antara tingkat nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan intervensi aromaterapi lavender. Hasil analisis uji mann withney di dapatkan nilai 0,000 (<0,05), Artinya ada perbedaaan signifikan antara pemberian massage effleurage dan Aromaterapi Lavender terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore Diharapkan agar dapat diterapkan dalam program UKS sehingga petugas UKS dapat melakukan penanganan dismenore secara non-farmakologis pada siswi khususnya dengan menggunakan massage effleurage dan aromaterapi lavender.} }