@thesis{thesis, author={Buston Erni and Hermansyah Hermansyah and MONICA SELLA and Riyadi Agung and Septiyanti Septiyanti}, title ={Pengaruh Foot Massage Disertai Terapi Murottal Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Tahun 2019}, year={2019}, url={http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/1960/}, abstract={Hipertensi merupakan merupakan penyakit terbanyak yang menyerang lansia dibandingkan dengan penyakit lainnya dengan prevalensi hipertensi dunia mencapai 29.2% pada laki-laki dan 24.8% pada perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh foot massage serta terapi murottal terhadap perubahan tekanan darah pada lansia di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Tahun 2019. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu tahun 2018 jumlah lansia penderita hipertensi mencapai 490 lansia, salah satu penanganan yang dapat mengontrol tekanan darah adalah foot massage. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest with kontrol grup. Cara pengambilan sampel penelitian menggunakan metode simple random sampling dengan sampel penelitian 44 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok dibagi menjadi 22 orang. Pada kelompok intervensi diberikan foot massage disertai terai murottal dengan durasi 15 menit yang dilaksanakan 3 hari berturut-turut, sedangkan kelompok kontrol diberikan edukasi mengenai hipertensi. Analisis menggunakan wilxocon dan mann-withney dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh foot massage disertai terapi murottal terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi pada kelompok intervensi pada sebelum dan sesudah foot massage disertai teapi murottal dengan p value tekanan darah sistolik (p=0,000), p value tekanan darah diastolik (p=0,000). Foot massage disertai terapi murottal bermanfaat bagi lansia penderita hipertensi sebagai cara menurunkan tekanan darah secara tradisional. Foot massage diharapkan terus aktif dilingkungan masyarakat dalam pengendalian hipertensi pada lansia.} }