@thesis{thesis, author={Febriyanto Tedy and GINTING TIBANTA BR and Laksono Heru and Sahidan Sahidan and Welkriana Putri Widelia}, title ={Gambaran Kadar Glukosa Darah Puasa Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Waktu Pemeriksaan Di Puskesmas Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan}, year={2018}, url={http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/2154/}, abstract={Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau ganguan fungsi insulin (resistensi insulin). Hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2008, menunjukan angka kejadian Diabetes Melitus di Indonesia mencapai 57% sedangkankejadian di Dunia diabetes melitus tipe 2 adalah 95%. Faktor resiko dari Diabetes mellitus tipe 2 yaitu usia, jenis kelamin,obesitas,hipertensi, genetik, makanan,merokok, alkohol, kurang aktivitas,lingkar perut. Penatalaksanaan dilakukan dengan cara penggunaan obat oral hiperglikemi dan insulin serta modifikasi gaya hidup untuk mengurangi kejadian dan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular dari Diabetes melitus tipe 2. Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah : Adakah perbedaan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa pasien Diabetes Melitus Tipe 2 berdasarkan waktu pemeriksaan di puskesmas pasar manna kabupaten bengkulu selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan terhadap hasil pemeriksaan glukosa darah puasa menggunakan plasma NaF yang segera diperiksa dan ditunda selama 3 jam, ini menunjukkan bahwa Kadar glukosa dalam sampel darah yang ditunda telah menurun karna adanya proses glikolisis. Prinsip dari pemeriksaan glukosa darah seharusnya tidak boleh dilakukan penundaan.} }