@thesis{thesis, author={M.Syah Hamdani and Refiana Mutia Elvira}, title ={ANALISIS BIAYA KAPASITAS DAN LABA PADA PEDAGANG SATE DI WILAYAH KELURAHAN KLENDER, JAKARTA TIMUR}, year={2020}, url={http://repository.stei.ac.id/1174/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan melakukan implementasi penerapan biaya kapasitas dan laba pada pedagang Sate di wilayah Kelurahan Klender, Jakarta Timur. Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah pedagang sate di wilayah Kelurahan Klender, dengan jumlah sampel sebanyak 17 pedagang sate dalam satu periode yaitu sebulan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa Analisis Biaya, Analisis Pendapatan, Analisis Break Event Point Multiproduk dan Analisis Target Laba. Hasil penelitian membuktikan bahwa : Pertama, karakteristik pedagang sate terdiri dari tingkat pendidikan hingga jumlah tanggungan keluarga. Pedagang sate juga sudah memahami biaya yang harus dikeluarkan, sampai pada pelayanan, lokasi usaha hingga suasana tempat yang nyaman. Penelitian membuktikan jika laba tertinggi berada di lokasi yang sangat strategis sebesar Rp 36.150.423,19. Lalu suasana tempat yang nyaman menghasilkan laba Rp 142,011,237.14 dan tingkat pelayanan sangat memuaskan Rp 142.011.237,14. Sedangkan, laba terendah berada pada lokasi usaha yang strategis Rp Rp 15.013.926,29, suasana tempat nyaman Rp 10.529.509,78, dan tingkat pelayanan tidak memuaskan Rp 10.277.373,55. Dan secara keseluruhan untuk pedagang sate di ruko rata-rata mendapatkan laba lebih tinggi sebesar Rp 49.646.899,32 dari pedagang sate di pinggir jalan. Sehingga laba yang dihasilkan semakin tinggi, jika pelayanan memuaskan, lokasi usaha strategis, dan disertai oleh suasana tempat yang nyaman. Kedua, dari hasil implementasi analisa biaya kapasitas dan laba dengan analisa CVP menggunakan titik impas (BEP) menggambarkan bahwa rata-rata pedagang sate sudah melakukan penjualan (unit) yang melewati titik impas (BEP). Sehingga pedagang sate mendapatkan laba per bulannya. Untuk target laba yaitu sebesar 25% dari penjualan (unit) bulan sebelumnya. Rata-rata peningkatan laba bulan berikutnya pada 9 orang pedagang sate di pinggir jalan sebesar 29,56%. Dan rata-rata peningkatan laba bulan selanjutnya pada 8 orang pedagang sate di ruko sebesar 24.88%. peningkatan laba juga sudah melewati UMR DKI Jakarta dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan simpanan (Saving). Kata Kunci : Penjualan, Biaya , Laba ,Break Even Point Multiproduk, dan Target Laba} }