@thesis{thesis, author={Tampubolon Monika O.}, title ={ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DALAM MEMPERTAHANKAN BISNIS UMKM DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS PADA UMKM WAROENG JJ - KANTIN VINILON BUILDING)}, year={2021}, url={http://repository.stei.ac.id/6729/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa kendala, strategi pemasaran dan solusi yang dilakukan UMKM waroeng JJ di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Metode kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami sebuah fenomena yang dialami oleh partisipan dengan cara melakukan wawancara terbuka lalu diteliti secara rinci dan dibentuk dengan kata-kata dan menyajikan hasil yang telah diteliti dari segi konsep, perilaku, persepsi dan persoalan tentang manusia yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada informan kunci, yaitu pemilik dan karyawan waroeng JJ dan juga pada informan pendukung, yaitu lapak pesaing dan pelanggan waroeng JJ. Analisis data di lapangan menggunakan model miles dan huberman, yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, pengajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa kehadiran pandemi Covid-19 membuat waroeng JJ berada dalam tiga fase, yaitu 1) Fase normal yaitu fase sebelum pandemi. Waroeng JJ menjalani usaha dengan normal, pelanggan offline rame dan pendapatan penjualan normal seperti biasanya. 2) Fase terjatuh yaitu fase awal pandemi. Waroeng JJ mengalami kendala, yaitu penurunan pendapatan yang drastis. Hal ini terjadi karena pelanggan offline mengikuti anjuran pemerintah untuk work from home. Salah satu cara untuk tetap menjalankan usaha dan menjangkau lebih banyak konsumen dan memperluas pangsa pasar yang dapat dilakukan oleh UMKM adalah memperluas jaringan dengan memanfaatkan penjualan e-commerce. 3) Fase survive dan berkembang yaitu fase ditengah terjadinya pandemi. Saat ini waroeng JJ sudah menemukan strategi untuk bertahan. Bukan hanya sekedar bertahan dan kembali keposisi normal, namun waroeng JJ menjadi berkembang dan mengalami peningkatan pendapatan. Solusi yang dilakukan waroeng JJ ketika ?pelanggan mengikuti anjuran untuk bekerja dari rumah? adalah bergabung dengan platform jual online, seperti: Gofood, Grabfood dan Shopeefood. Selain itu waroeng JJ juga meng-upgrade metode pembayarannya dari tunai menjadi beberapa platform e-money seperti dana, ovo dan gopay, sesuai dengan keadaan pandemi saat ini yang menganjurkan agar mengurangi transaksi secara tunai.} }