@thesis{thesis, author={OKTAVIRANIKA SINTIKHE}, title ={PENGARUH AGRESIVITAS PELAPORAN KEUANGAN DAN KONSERVATISME AKUNTANSI TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI PEMODERASI (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI Periode 201}, year={2018}, url={http://repository.stie-mce.ac.id/385/}, abstract={ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh agresivitas pelaporan keuangan dan konservatisme akuntansi terhadap agresivitas pajak dengan good corporate governance sebagai pemoderasi. Peubah good corporate governance yang digunakan dalam penelitian ini diproksikan dengan proporsi komisaris independen. Penelitian ini berfokus pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel sebanyak 27 perusahaan selama periode 3 tahun. Teknik analisis yang digunakan untuk pengujian adalah Moderate Regression Analysis (MRA). Hasil uji regresi model pertama menunjukkan nilai t hitung peubah agresivitas pelaporan keuangan (X1) sebesar 0,006 dengan koefisien regresi 0,018. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa agresivitas pelaporan keuangan berpengaruh positif terhadap agresivitas pajak. Sedangkan nilai t hitung peubah konservatisme akuntansi (X2) sebesar 0,002 dengan koefisien regresi -174,569. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak. Sementara itu hasil uji Moderate Regression Analysis (MRA) 1 menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,700 dengan koefisien regresi 0,000. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa good corporate governance tidak memoderasi hubungan antara agresivitas pelaporan keuangan terhadap agresivitas pajak. Sedangkan hasil uji Moderate Regression Analysis (MRA) 2 menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,203 dengan koefisien regresi -4.615. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa good corporate governance tidak memoderasi hubungan antara konservatisme akuntansi terhadap agresivitas pajak. Berdasarkan hasil koefisien determinasi (R2) menunjukkan masing-masing nilai dari analisis model 1, model 2 dan model 3 sebesar 24,8%; 14,8%; 18,8%. Pada analisis regresi model 1 peubah agresivitas pajak dapat dijelaskan sebesar 24,8% oleh peubah agresivitas pelaporan keuangan dan konservatisme akuntansi. Pada analisis model 2 agresivitas pelaporan keuangan dan good corporate governance secara simultan hanya mampu memberikan kontribusi atau pengaruh sebesar 14,8% terhadap agresivitas pajak. Sedangkan pada analisis model 3 konservatisme akuntansi dan good corporate governance secara simultan hanya mampu memberikan kontribusi atau pengaruh sebesar 18,8% terhadap agresivitas pajak} }