@thesis{thesis, author={ALAYDRUS HAMDI}, title ={PERAN LEADERSHIP, REWARD, PUNISHMENT, DAN APLIKASI TEKNOLOGI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN DISIPLIN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PENGADILAN NEGERI KEPANJEN}, year={2017}, url={http://repository.stie-mce.ac.id/450/}, abstract={ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Leadership, Reward, Punishment dan Aplikasi Teknologi terhadap Kinerja Pegawai secara parsial dan simultan dengan Disiplin Kerja sebagai variabel Intervening pada Pengadilan Negeri Kepanjen. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian ini adalah penelitian populasi dengan jumlah responden sebanyak 38 pegawai Pengadilan Negeri Kepanjen, dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 38 responden. Teknik analisis data menggunakan uji bootstrapping menggunakan program smartpls V.2. Dari hasil pengujian bootstraping antara variabel Independen terhadap variabel Intervening diperoleh t hitung sebesar 4,641 (Leadership ? Disiplin Kerja), 2,885 (Reward ? Disiplin Kerja), 2,863 (Punishment ? Disiplin Kerja), 3,065 (Aplikasi ? Teknologi) artinya masing-masing variabel (bebas) berpengaruh secara parsial terhadap variabel (mediasi). Pada pengujian antara variabel Independen terhadap variabel Dependen diperoleh t hitung sebesar 4,467 (Leadership ? kinerja), 1,639 (Reward ? kinerja), 3,306 (Punishment ? kinerja), 2,576 (Aplikasi Teknologi ? kinerja) artinya masing-masing variabel (bebas) berpengaruh secara parsial terhadap variabel (dependen) kecuali (Reward terhadap Kinerja). Serta pengujian antara variabel intervening terhadap variabel dependen diperoleh t hitung sebesar 7,893 (Disiplin kerja ? kinerja) artinya variabel (mediasi) berpengaruh secara parsial terhadap variabel (dependen). Dari hasil uji secara simultan menunjukkan nilai R Square Disiplin Kerja sebesar 99,57% sedangkan nilai R Square pada Kinerja sebesar 99,59%. Hal tersebut menjelaskan bahwa variabel Intervening mampu memediasi hubungan independen variabel dengan denpenden variabel lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan mediasi dengan selisih sebesar R Square 0,02%} }