@thesis{thesis, author={Al Ichsan Muhamad Yusuf}, title ={IMPLEMENTASI STRATEGI AKTIF DAN PASIF DALAM PEMBENTUKAN PORTOFOLIO SAHAM (Studi pada Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia dan Indeks FBMKLCI di Bursa Malaysia periode 2014-2016)}, year={2017}, url={http://repository.stie-mce.ac.id/453/}, abstract={ABSTRAK Portofolio adalah cara yang digunakan untuk mengurangi risiko sekuritas melalui diversifikasi. Portofolio yang dipilih adalah berdasarkan preferensi investor bersangkutan dengan menggunakan strategi aktif dan pasif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggunakan saham-saham yang dapat membentuk portofolio optimal dengan model indeks tunggal dan mengikuti indeks. Populasi dalam penelitian ini adalah saham-saham yang masuk di indeks LQ45 Indonesia dan FBMKLCI Malaysia periode 2014 ? 2016. Penarikan sampel dengan cara purposive sampling, yaitu saham-saham yang konsisten masuk dalam enam periode mulai 2014-2016. Sampel yang diperoleh adalah 33 saham dari indeks LQ45 dan 27 saham dari indeks FBMKLCI. Data yang digunakan adalah closing price harian, bulanan, dan tahunan. Penelitian strategi aktif menggunakan model indeks tunggal dan strategi pasif menggunakan metode mengikuti indeks. Hasil analisis model indeks tunggal dari indeks LQ45, menghasilkan saham kandidat portofolio secara berturut-turut dengan menggunakan closing price harian dan bulanan adalah satu saham sedangkan hasil closing price tahunan adalah tujuh saham. Sementara itu, hasil analisis model indeks tunggal dari indeks FBMKLCI, menghasilkan saham kandidat portofolio secara berturut- turut dengan menggunakan closing price harian dan bulanan adalah satu saham sedangkan hasil closing price tahunan adalah 12 saham. Sementara itu, strategi pasif menganggap bahwa indeks pasa adalah optimal, maka return dan risiko adalah mengikuti indeks pasar. Selanjutnya, portofolio yang dibentuk dievaluasi kinerjanya dengan koefisien variasi dan indeks sharpe. Hasil dari perhitungan koefisien variasi dan indeks sharpe menjukkan bahwa kinerja portofolio strategi aktif lebih baik daripada portofolio strategi pasif. Dalam hal ini, hasil dari portofolio yang menggunakan closing price tahunan secara strategi aktif paling baik daripada portofolio yang dibentuk dengan menggunakan periode bulanan dan tahunan secara aktif maupun pasif, yaitu dengan koefisien strategi aktif tahunan sebesar 0,886842 dan rasio sharpe sebesar 0,937059. Hal yang membedakan adalah volatilitas yang timbul dari perbedaan time-horizon periode pengamatan.} }