@thesis{thesis, author={Ilman Muhammad}, title ={HUBUNGAN INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) DENGAN KADAR EOSINOFIL DARAH PADA PETUGAS PENGANGKUT SAMPAH KECAMATAN BANGKALAN}, year={2021}, url={http://repository.stikesnhm.ac.id/id/eprint/1060/}, abstract={ABSTRAK Kecacingan atau yang biasa dengan sebutan helminthiasis yaitu infeksi cacing parasit usus dari golongan nematoda usus yang ditularkan melalui tanah atau disebut Soil Transmitted Helminths (STH). Faktor penyebab masih tingginya infeksi kecacingan adalah rendahnya tingkat kebersihan pribadi (perilaku hidup bersih sehat). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) dan hubungannya dengan kadar eosinofil darah pada petugas pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Bangkalan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan potong lintang (cross sectional study) Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi STIKes Ngudia Husada Madura. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 20 responden dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian positif atau ditemukan cacing ascaris lumbricoides sebanyak 9 responden (45%) dan negatif atau tidak ditemukan cacing sebanyak 11 responden (55%). Hasil kadar eosinofil darah normal sebanyak 12 responden (60%) dan meningkat sebanyak 8 responden (40%). Hasil uji korelasi pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikansi dengan arah korelasi searah antara infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) dengan kadar eosinofil darah, dengan nilai signifikansi (2- tailed) atau p value sebesar 0.0492 artinya p value (<0.05). Peningkatan kejadian kecacingan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri, serta memakai Alat Pelindung Diri saat bekerja.} }