@thesis{thesis, author={Lulu Fitrotul A}, title ={PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CEREBRAL PALSY SPASTIK DIPLEGIA DENGAN METODE NEURO DEVELOPMENT TREATMENT (NDT) DI RSI JEMURSARI}, year={2020}, url={http://repository.stikesnhm.ac.id/id/eprint/603/}, abstract={Cerebral Palsy adalah sekelompok gangguan permanen pada perkembangan gerakan dan postur tubuh karena keterbatasan aktivitas yang dikaitkan dengan gangguan tidak progresif yang terjadi pada otak janin atau bayi yang berkembang. Gangguan motorik dengan gangguan otak yang sering disertai gangguan sensasi, presepsi, kognitif, komunikasi, dan perilaku. Salah satu metode rehabilitasi cerebral palsy ialah Neuro Development Treatment (NDT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat terapi latihan dengan metode Neuro Development Treatment untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada pasien cerebral palsy spastik diplegia. Studi kasus ini dilakukan terhadap pasien dengan diagnosis cerebral palsy spastik diplegia dan diberikan intervensi fisioterapi dengan metode Neuro Development Treatment. Pemeriksaan yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab mengenai pasien maupun keadaan pasien, kepada pasien (autoanamnesis) atau kepada orang terdekat dengan pasien (heteroanamnesis). Anamnesis pada kasus ini dilakkukan dengan metode hetero anamnesis yaitu mengadakan tanya jawab secara langsung pada orang terdekat pasien. Hasil penelitian setelah dilakukan terapi selama 2 kali menunjukkan bahwa pasien dengan diagnosis cerebral palsy spastik diplegia tidak mengalami penurunan spastisitas dan peningkatan kemampuan fungsional. Dikarenakan membutuhkan waktu yang lama dan intensitas yang banyak untuk menuntut adanya banyak perubahan. Berhubungan juga dengan dukungan dan minat keluarga terutama orang tua pada anak, serta melihat kondisi pada anak apakah mampu untuk mengikuti terapi seraca rutin. Disarankan kepada responden untuk melakukan terapi secara rutin melanjutkan latihan dirumah sesuai yang telah dilakukan terapis dengan bimbingan dan dukungan segenap anggota keluarga terutama orang tua agar kemampuan fungsional dapat bertambah.} }