A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: fopen(/home/rama/public_html/application/cache/sessions/rama_session86qf471ln0f3t7iirebldmj34435j98f): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 174
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/core/MY_Controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 6
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Dur Selfius},
title ={1427 pentinya sikap saling menghormati dan menghargai di kalangan hamba Tuhan},
year={2019},
url={http://repository.stte.ac.id/74/},
abstract={Dur. Selfius, NIM: 13.1427 pentinya sikap saling menghormati dan menghargai di kalangan hamba Tuhan Pembimbing I, Dr. Yanjumseby Yeverson Manafe, M.A. Pembimbing II, Fanny Y.M. Kaseke, M.Th.
Kata kunci: Pentingnya, sikap saling menghormati dan menghargai, & Mahasiswa/i Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer.
Sikap saling menghormati dan menghargai merupakan perintah Tuhan bagi semua orang percaya untuk dilakukan, khususnya dalam kehidupan mahasiswa/i STT Ebenhaezer. Namun berdasarkan pengamatan peneliti, masih ada mahasiswa/i STT Ebenhaezer yang tidak mewujudkan sikap saling menghormati dan menghargai dengan baik dalam hal sapa menyapa, berkomunikasi yang kurang sopan, masih hidup mementingkan diri dan kurang menerima keadaan orang lain. Hal ini yang mendorong peneliti untuk menyelesaikan permasalahan tersebut guna memperbaiki perilaku mahasiswa/i dalam hal saling menghormati dan menghargai.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, peneliti menggunakan metode deskriptif bibliologis dengan pendekatan kualitatif. Oleh karena metode ini yang sesuai dengan permasalahan dan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
Dengan demikian, pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai diterapkan dalam kehidupan mahasiswa/i di STTE, maka terciptanya kerukunan dan persekutuan yang baik serta hidup dalam persekutuan yang baik dan tidak menjadi batu sandungan dan berlomba-lomba saling sapa-menyapa.}
}