@thesis{thesis, author={Arsy Muh Agiel Dian}, title ={Multivokalitas Tradisi Ojhung di Desa Bugeman Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo,}, year={0000}, url={http://repository.ub.ac.id/id/eprint/214161/}, abstract={Tradisi ojhung merupakan ritual peminta hujan dan menghindari carok. Tradisi ini pertama kali dilaksanakan di pulau Madura dan menyebar ke berbagai daerah melaui migrasi masyarakat Madura ke berbagai daerah di Jawa Timur. Di Situbondo sendiri, tradisi ojhung merupakan tradisi yang masih di jalankan hingga saat ini dan masih menggunakan cara dari nenek moyang mereka. Dibalik Situbondo memiliki kepercayaan dan nilai islam yang kuat, tradisi ini beriringa masih dijalankan melalui proses akulturasi antara tradisi lokal dan nilai Islam. Peneliti melihat tradisi ojhung melalui pemaknaan multivokal dari masyarakatnya untuk keberlanjutan dari tradisi ojhung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. melalui pendekatan observasi-partisipasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan kajian literatur. Penulis menggunakan teori akulturasi dari Koentjaraningrat dan teori multivokal dari Andrew Beatty sebagai dasar analisis penelitian ini. Penelitian ini menyoroti tradisi ohung pada masyarakat Desa Bugeman yang memadukan antara tradisi lokal Madura dan nilai Islam. Keadaan ini bertujuan agar tradisi ojhung tidak saling bersingungan dengan agama mayoritas yaitu, Islam. Masyarakat disana melihat tradisi ojhung secara multivokal, sehingga tradisi masih tetap berlanjut dan dilakukan hingga saat ini. Multivokal disini dapat melihat dan persepsi masyarakat terhadap tradisi yang sinkretis.} }